Cara Menanam Kacang Tanah Di Polybag Paling PRAKTIS

tips & cara menanam kacang tanah

Budidaya kacang tanah di polybag menjadi satu solusi berkebun dilahan yang terbatas. Cara menanamnya pun sangat mudah dan hasilnya juga langsung bisa kita nikmati. Berkebun menggunakan media polybag atau pot termasuk budaya urban farming yang kini semakin populer apalagi pada masa pandemi covid 19 seperti saat ini.

Kacang tanah termasuk jenis tanaman legum atau polong-polongan. Kacang tanah dikategorikan dalam famili Fabaceace dan memiliki nama latin Arachis Hygogaea L. Berasal dari negara latin di Amerika Selatan yakni Brazilia, tanaman ini tumbuh dengan cara perdu dan tingginya maksimal hanya mencapai sekitar 50 cm. Ciri lain tanaman kacang tanah yakni ukuran daunnya yang kecil dan tersusun majemuk. Kacang tanah kaya akan vitamin, zat besi, kalsium, protein nabati dan lemak tak jenuh.

Masyarakat Indonesia sendiri menjadikan kacang tanah sebagai pelengkap masakan. Banyak sekali jenis olahan yang memanfaatkan kacang tanah sebagai bumbu dasarnya seperti pecel, siomay, ketoprak dan masih banyak lagi. Bahkan di kalangan masyarakat kita ditengarai bahwa kacang tanah menjadi jenis kacang-kacangan terfavorit kedua setelah kacang kedelai yang merupakan bahan dasar pembuatan tahu dan tempe. Nah, kini sobat tahu kan mengapa budidaya kacang tanah ini termasuk sesuatu yang sangat bermanfaat dan menjanjikan?

Kali ini, Taman Inspirasi SAFA akan memberikan sedikit ulasan dan tips tentang cara menanam kacang tanah di polybag paling praktis dan mudah dipraktekkan oleh siapapun. Bagi sobat TIS yang suka mengkonsumsi kacang tanah, tentunya sobat bisa mencoba menanamnya sendiri di pekarangan rumah.

Cara Menanam Kacang Tanah di Pot atau Polybag

Benih kacang tanah

Berikut ini 10 tahapan cara menanam kacang tanah dipolybag atau pot yang harus sobat lalui supaya mendapatkan hasil panen yang melimpah.

Pembibitan

Tahap paling mendasar dari budidaya kacang tanah adalah pembibitan. Berikut tips dari TIS dalam melakukan proses pembibitan agar nantinya tanaman kacang tanah yang kita budidayakan sehat dan menghasilkan umbi yang melimpah.

  • Siapkan benih kacang tanah yang berkualitas. Kita bisa dapatkan benih dari biji kacang tanah yang ada atau sobat bisa membelinya di toko pertanian terdekat.
  • Ciri benih yang baik yaitu tampilannya segar & mengkilap serta tidak keriput atau cacat.
  • Rendam benih yang sudah disiapkan kedalam air hangat selama kurang lebih 15 s/d 30 menit.
  • Siapkan kapas atau kertas tissue lalu letakkan benih diatasnya dan tutup kembali dengan kapas atau kertas tissue.
  • Basahi kapas atau kertas tissue dengan sedikit air dan letakkan di tempat yang teduh.
  • Diamkan selama beberapa hari hingga benih terlihat berkecambah dan siap untuk ditanam.

Persiapan Media Tanam

Tahap berikutnya dalam budidaya kacang tanah yakni persiapan media tanam. Berikut langkah-langkahnya:

  • Siapkan media polybag, pot atau karung goni yang sudah dilubangi pada bagian bawahnya.
  • Campur media tanam yang terdiri atas tanah, arang sekam atau sekam mentah dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
  • Masukkan campuran media tanam kedalam polybag atau pot hingga terisi 75% bagian lalu siram dengan air hingga basah di semua bagiannya.
  • Sebagai tambahan nutrisi, sobat bisa juga menambahkan pupuk organik cair yang bisa dibuat sendiri dari bahan-bahan alami disekitar kita. Untuk tutorialnya, sobat bisa baca disini.

Cara Menanam Kacang Tanah Di Polybag Paling PRAKTIS Taman Inspirasi SAFA

Penanaman Benih

Setelah media tanam siap, maka tahap berikutnya yakni penanaman bibit kacang tanah. Berikut langkah-langkahnya.

  • Lubangi bagian tengah polybag atau pot dengan kedalaman kurang lebih 2-3 cm.
  • Masukkan benih kacang tanah ke dalam lubang dengan posisi kecambah menghadap kebawah.
  • Tutup kembali lubang dengan tanah tipis-tipis.
  • Siram kembali media tanam dengan air secukupnya.

Pemeliharaan dan Perawatan

Setelah masa tanam, tentu saja tahap berikutnya yang harus sobat lalui yakni tahap pemeliharaan dan perawatan supaya tanaman kacang tanah yang kita budidayakan bisa tumbuh dengan subur dan menghasilkan panen yang melimpah.

Penyiraman

Lakukan penyiraman minimal sekali sehari untuk menjaga kelembaban media tanam. Namun jika dirasa cuaca terlalu panas, sobat bisa juga menyiramnya dua kali sehari saat pagi dan sore. Saat tanaman memasuki masa berbunga, sebaiknya hindari penyiraman terlalu sering karena akan mengganggu proses penyerbukan. Namun jika terpaksa, sobat tetap bisa menyiramnya dan sebisa mungkin arahkan percikan air ke media tanam dan jangan sampai mengenai tanaman secara langsung.

menanam-kacang-tanah-dalam-pot

 

Penyulaman

Penyulaman adalah proses penggantian benih yang tidak tumbuh atau mati dengan benih yang baru. Penyulaman ini sebaiknya sobat lakukan secepatnya saat tanaman terdahulu belum tumbuh membesar. Sebab jika terlambat maka tanaman hasil penyulaman akan terhambat pertumbuhannya alias kerdil.

Penyiangan dan Pembumbunan

Penyiangan yakni proses pembersihan gulma dan rumput liar di sekitar area tanam kacang tanah. Bersamaan dengan penyiangan, sobat juga bisa lakukan pembumbunan yakni menutup kembali atau menimbun bagian akar yang terlihat dengan tanah disekitarnya.

Pemupukan

Pemupukan pertama dilakukan saat sebelum proses penanaman. Pemupukan kedua dengan pupuk padat (pupuk kandang atau kompos) dilakukan maksimal sebulan sekali dengan cara ditaburkan disekitar media tanam. Untuk hasil yang optimal, sobat bisa juga menambahkan pupuk organik cair (POC) yang bisa dibuat dari bahan disekitar kita seperti air sisa cucian beras, sisa-sisa sayuran, dedaunan kering dan masih banyak lagi. Untuk tutorialnya sobat bisa baca di artikel ini.

Perawatan Lain

Perawatan lain bisa berupa pemangkasan daun, pemeliharaan tunas dan bunga serta perambatan atau pengikatan. Perawatan-perawatan tersebut juga sangat penting dilakukan agar tanaman bisa tumbuh subur dan hasil panen yang kita dapatkan juga lebih optimal.

Tanaman Kacang Tanah

 

Pengendalian Hama dan Penyakit

Tahapan ini mungkin tahap yang paling rawan. Mengapa rawan? Sebab, susah payah kita menanam dan merawat tanaman kacang tanah, saat lalu jika tiba-tiba terserang hama atau penyakit pasti akan sangat merepotkan. Apalagi jika kita terlambat menangani, bisa-bisa tanaman kacang tanah kita habis & mati diserang hama penyakit. Berikut kami tuliskan beberapa jenis hama penyakit yang sering menyerang tanaman kacang tanah sekaligus cara penanggulangannya.

Artikel Terkait : Insektisida Organik : Rokok Insektisida Organik PALING MANJUR?

  1. Hama uret. Hama ini termasuk sejenis ulat yang hidup dalam tanah dan sering menyerang tanaman dengan cara memakan akar, polong atau batang bagian bawah sehingga tanaman mudah layu dan akhirnya mati. Cara pengendaliannya yakni dengan penyiangan yang intensif dan jika ditemukan uret dalam media tanam sobat segera buang atau bakar. Berikan juga pupuk kandang yang matang supaya tidak menjadi sumber datangnya uret dalam media tanam.
  2. Hama Ulat penggulung daun. Hama jenis ini biasa menyerang bagian daun tanaman. Gejala yang timbul yakni daun menjadi terlipat, menguning lalu mengering dan akhirnya layu. Cara pengendaliannya bisa dilakukan dengan penggunaan insektisida organik bawang putih atau sirih merah.
  3. Hama Ulat grayak. Hama ulat ini biasanya menyerang tanaman secara koloni dengan memakan epidermis daun dan tulangnya. Cara pengendaliannya yakni dengan rutin membersihkan gulam yang merugikan, menggilir tanaman dan menanam dengan serentak. Atau jika sudah terlanjur terserang secara masif, Anda bisa gunakan insektisida organik dengan dosis yang lebih tinggi.
  4. Hama Kumbang daun. Hama ini menyerang dengan cara memakan daun serta pucuk bunga sehingga daun menjadi berlubang dan menguning. Cara pengendaliannya bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan pestisida organik.
  5. Penyakit layu. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh bakteri Xanthomonas solanacearum. Gejala yang timbul yakni daun terkulai dan akhirnya mati. Serangan bakteri ini juga bisa membuat akar tanaman membusuk. Cara pengendaliannya yakni dengan penggiliran tanaman dan penggunaan varietas unggul dan tahan penyakit. Anda bisa juga melakukan pencegahan dengan pemberian nutrisi seperti POC dan MOL untuk meningkatkan daya tahan tanaman.
  6. Penyakit Bercak Daun. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh Jamur yang disebut Cercospora personata dan Cercospora arachidicola. Gejala yang muncul yakni bercak-bercak pada batang dan daun berubah warna coklat dan juga hitam. Penyakit jamur biasanya timbul karena tanaman kekurangan nutrisi. Aplikasikan pupuk organik cair dengan seimbang untuk membantu membentuk daya tahan tanaman terhadap hama penyakit.
  7. Penyakit Gapong. Penyakit ini biasa disebabkan oleh sejenis Nematoda yang menyerang polong hingga menjadi kosong dan bahkan bisa membusuk. Cara pengendaliannya yakni dengan dibasmi secara langsung nematoda tersebut dari tanah.
  8. Penyakit Sclerotium. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh cendawan Sclerotium rolfsii. Penyakit ini bisa membuat tanaman layu seketika. Cara pencegahannya yaitu penyiraman yang tidak berlebih hingga membuat genangan. Dan jika ada tanaman yang terkena serangan cendawan tersebut langsung cabut dan bakar.
  9. Penyakit Karat. Penyakit ini juga disebabkan cendawan Puccinia arachidis Speg. Gejala yang muncul yakni bercak-bercak berwarna coklat muda atau coklat seperti besi berkarat pada daun hingga akhirnya daun gugur sebelum waktunya. Cara pengendaliannya bisa dilakukan dengan mencabut langsung tanaman yang terserang lalu dibakar.

Pemanenan kacang Tanah

Pemanenan

Tahap terakhir dari budidaya kacang tanah yakni pemanenan. Dengan perawatan yang baik, tanaman kacang tanah bisa dipanen pada usia 3 s/d 4 bulan untuk yang umur pendek dan 5 s/d 6 bulan yang untuk umur panjang. Perbedaan itu adalah karena adanya keragaman varietas dari tanaman kacang tanah. Untuk memudahkan sobat dalam memanen, berikut ciri-ciri tanaman kacang tanah yang sudah siap dipanen.

  • Batang tanaman terlihat mengeras. Sobat bisa mengeceknya dengan menekan batang perlahan.
  • Daun tanaman terlihat menguning secara alami dan bukan menguning karena penyakit. Bahkan sebagian terlihat mulai berguguran.
  • Polong kacang tanah sudah terisi penuh dan terasa keras saat ditekan.
  • Warna polong berubah menjadi coklat kehitaman.

Nah itu tadi beberapa tips dan informasi tentang cara menanam kacang tanah di polybag atau pot. Selamat mencoba dan semoga sukses. Jangan lupa share artikel ini ke akun sosial media sobat TIS. Terima kasih sudah berkunjung. Wassalam.