3 Cara PRAKTIS Menanam Bambu Air di Rumah

Tanaman Hias bambu air untuk Indoor
4.3/5 - (20 votes)

Siapa diantara kita yang tidak tahu bambu air? Mungkin bagi sebagian orang terlihat asing terhadap tanaman hias yang satu ini. Namun, bagi sebagian yang lain – termasuk saya – bambu air menjadi alternatif tanaman penghias rumah yang unik & elok.

Secara tampilan, memang bambu air tampak seperti tanaman bambu pada umumnya. Hanya saja ukurannya lebih kecil dan bisa tumbuh pada media air. Seringkali, tanaman bambu air ini dijadikan penghias taman minimalis seperti sebagai pembatas pagar atau ditanam disekitar kolam. Ada juga sebagian orang yang percaya bahwa menanam bambu air di rumah mereka akan mendatangkan hoki alias keberuntungan.

Terlepas dari semua itu, secara estetika tanaman bambu air memang sangat bagus untuk dijadikan pelengkap koleksi tanaman hias sobat TIS di rumah. Dengan adanya tanaman hias ini, hunian kita akan terasa lebih hidup dan berkesan alami. Nah, berikut ini Taman Inspirasi akan memberikan beberapa tips cara budidaya bambu air yang bisa sobat semua praktekkan sendiri.

Baca Juga : Tanaman Hias Bunga untuk Daerah Tropis

Tanaman Hias Bambu Air

Karakteristik Tanaman Bambu Air

Sebelum kita bahas cara budidaya bambu air, ada baiknya kita ketahui karakteristik yang paling mendasar dari tanaman hias air ini. Pada habitat aslinya, tanaman bambu air mampu tumbuh sampai ketinggian lebih dari 3 meter. Lingkungan tumbuhnya yakni di tepian sungai, di rawa-rawa dan bahkan di media pasir yang mengandung air. Maka tak heran jika tanaman hias jenis ini dapat ditanam pada media tanah atau bahkan air murni.

Daun tanaman bambu air ini tumbuh ramping di area cincin tabungnya. Membuat tampilan tanaman ini semakin unik & atraktif. Apalagi, tanaman bambu air termasuk jenis tanaman dengan daya tahan yang kuat dibandingkan rata-rata tanaman hias pada umumnya. Ini berarti bahwa tanaman ini lebih tahan terhadap serangan virus, hama bahkan penyakit sehingga lebih mudah untuk perawatannya.

Baca Juga : Bromelia – Merawat si Cantik agar Lebih Menarik

Stek Batang Tanaman Bambu Air

3 Langkah Mudah Budidaya Bambu Air

Secara umum, tanaman hias bambu air dapat dibudidayakan dengan tiga cara yakni dengan menggunakan media tanam, media air dan dengan metode stek batang. Ketiga cara tersebut memerlukan peralatan maupun bahan yang berbeda. Berikut langkah paling praktis membudidayakan bambu air yang bisa langsung kita praktekkan di rumah.

1. Budidaya bambu air menggunakan media air murni

  • Siapkan pot atau wadah yang tidak berlubang dengan ukuran minimal 5 cm. Ukuran ini lebih besar dari rata-rata diameter tanaman bambu air.
  • Masukkan batu kerikil atau koral pada wadah atau pot tersebut dan tancapkan batang bambu air yang segar pada bagian tengahnya.
  • Batu kerikil atau koral berfungsi sebagai penahan atau penopang tanaman bambu air agar tetap tegak.
  • Berikan air murni dengan ketinggian kurang lebih 2,5 cm diatas kerikil atau koral tersebut. Jika ada, Anda bisa gunakan air kolam ikan hias atau lele karena mengandung banyak nutrisi.

Baca Juga : 20 Tanaman Air Paling Populer dan Digemari

Tanaman Hias Bambu Air mini

 

2. Budidaya bambu air dengan media tanah

  • Pilih tanaman bambu air yang sehat dan tidak berpenyakit. Tanda-tanda tanaman sehat yakni memiliki corak warna hijau segar dengan daun rimbun & sehat.
  • Sediakan media tanam berupa campuran tanah, arang sekam dan pupuk kompos dengan komposisi 2 : 1 : 1. Kemudian masukkan campuran tersebut dalam wadah/pot.
  • Sirami media tanam dengan air hingga lembab lalu tancapkan beberapa batang bambu air di bagian tengah wadah/pot.
  • Dikarenakan bambu air termasuk jenis tanaman yang sangat menyukai air, ada baiknya Anda gunakan tanah lumpur atau lebih tepatnya tanah lumpur sawah.

Baca Juga : Ide Kreatif Tanaman Hias Daun untuk Indoor dan Outdoor

Cara Budidaya Tanaman Hias Bambu Air

3. Budidaya dengan cara stek batang

  • Waktu yang tepat untuk membudidayakan bambu air dengan stek adalah saat memasuki musim penghujan sesuai dengan karakteristik asli tanaman yang sangat menyukai air.
  • Pastikan usia batang indukan yakni kurang lebih satu atau dua tahun. Pilih batang yang sehat lalu potong sepanjang kurang lebih 30 cm.
  • Idealnya, celupkan potongan batang tersebut dalam hormon perangsang tumbuh. Namun jika tidak ada, Anda bisa mengoleskan ujung batang dengan bawang putih.
  • Agar pertumbuhan lebih optimal, jangan lupa tutup bagian atas batang dengan lilin cair.
  • Siapkan pot atau wadah yang sudah berisi media tanam dengan komposisi tanah dan pupuk kompos.
  • Tancapkan batang bambu air pada bagian tengah pot lalu siram dengan air setiap hari hingga terlihat muncul tunas baru.
  • Jika tunas sudah terlihat tumbuh, biarkan ia tetap di pot selama kurang lebih satu tahun untuk memastikan akar tumbuh sempurna sebelum dipindah ke media tanam yang baru.

Baca Juga : Bonsai Bougenville – Tanaman Kecil, Hasil Nggak Kecil

Perawatan Tanaman Hias Bambu Air

 

Perawatan Tanaman Bambu Air

  • Berdasarkan karakter aslinya, tanaman hias jenis ini sangat menyukai air. Oleh sebab itu jangan biarkan media tumbuhnya kering. Usahakan untuk rajin menyiramnya dengan air biasa atau air dengan campuran pupuk organik cair agar kondisi media tumbuhnya selalu lembab.
  • Pangkas atau potong batang bambu air yang terlihat mengering. Tanaman bambu air yang mengering akan berwarna coklat tua yang menjaral pada bagian batangnya.
  • Jangan ragu untuk memotong batang bambu air yang mengering karena bagian yang terpotong akan tergantikan dengan tunas baru. Sebab, jika tidak dipotong justru akan menghambat pertumbuhan tunas baru dan pastinya dapat mengurangi keindahan tanaman tersebut.
  • Mulai pisahkan tanaman bambu air yang tumbuh memenuhi wadah atau pot. Jika tidak dipisahkan akan membuat tanaman tidak tumbuh optimal dan batang cenderung kurang sehat atau mudah mengering.
  • Berikan pupuk secukupnya secara berkala. Atau jika Anda memiliki waktu luang, cobalah untuk membuat pupuk organik cair agar lebih mudah diserap tanaman.
  • Untuk bambu air yang dikembangbiakkan pada media air murni, gantilah airnya maksimal seminggu sekali. Ini bertujuan untuk mencegah terjadinya busuk akar sekaligus menghindarkan wadah dari pertumbuhan jentik-jentik nyamuk yang merugikan kita.
  • Jika Anda menggunakan kerikil atau koral sebagai media tumbuh, alangkah baiknya untuk mencucinya beserta wadah atau pot bambu air.

Baca Juga : Ide Kreatif Tanaman Hias Daun untuk Indoor dan Outdoor

Nah itu tadi beberap tips budidaya bambu air yang bisa Anda praktekkan sendiri. Mudah bukan? Silahkan like dan share artikel ini ke akun sosmed sobat TIS semua agar semakin banyak orang tahu manfaat berkebun dan bercocok tanam di rumah. Atau jika ada pertanyaan, silahkan tinggalkan komentar Anda di bawah. Semoga bermanfaat. Terima kasih. Wassalam.