Cara Menanam Cabe Rawit di Rumah

5 Cara Menanam Cabe PALING Praktis, Sehat dan Berbuah Lebat

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading...

Cara Menanam Cabe paling Mudah – Untuk anda yang gemar santapan pedas mulai dari makanan berat sampai jajanan ringan tentunya tahu dengan tipe tumbuhan yang satu ini. Cabe , cabai , ataupun yang biasa diketahui dengan nama Lombok di sebagian wilayah di Indonesia memang sangat populer sebagai bagian tak terpisahkan dari makanan atau jajanan yang kita konsumsi tiap hari.

Di Indonesia, terdapat bermacam-macam tipe cabe yang bisa kita jumpai di pasar seperti cabe rawit, cabai hijau, cabai merah, keriting, sampai beberapa tipe cabe impor semacam cabe jalapeno dengan ukuran besar yang memiliki rasa sangat pedas.

Hal tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya penggemar santapan pedas secara global. Tak hanya rasa yang pedas, namun ternyata cabe mempunyai banyak sekali nutrisi yang sangat baik untuk tubuh kita. Tak hanya sekedar memenuhi kandungan nutrisi dalam tubuh kita, cabe juga mempunyai banyak khasiat yang lain untuk menjaga kebugaran sampai kecantikan manusia. Berikut ini beberapa zat yang terkandung dalam sebutir cabe:

  • Natrium
  • Kalori
  • Karbohidrat
  • Kalium
  • Protein
  • Serat
  • Kalsium
  • Magnesium
  • Mangaan/Zat Besi
  • Vitamin A, B12, B6, C serta D

Menanam dan Memanen Cabe Rawit Sendiri

Banyaknya nutrisi serta penggemar santapan pedas membuat bisnis di bidang santapan serta jajanan pedas semakin meningkat. Pastinya hal tersebut sangat menguntungkan para petani cabe, meski fakta dilapangan terkadang harga cabe cenderung kurang stabil. Namun melalui pemasaran dan pengolahan pasca panen yang baik maka kita akan memperoleh keuntungan yang berlipat dari usaha menanam cabe tersebut. Setidaknya, untuk skala rumah tangga kita tidak perlu lagi belanja cabe di pasar hanya untuk memenuhi kebutuhan bumbu dapur setiap harinya.

Cara Menanam Cabe Agar Cepat Berbuah

Untuk dapat menanam cabe sendiri, ada beberapa metode praktis dan sederhana supaya cabe yang anda tanam berbuah cepat dan lebat. Nah kali ini, Taman Inspirasi SAFA akan memberikan beberapa tips cara menanam cabe yang paling praktis dan mudah bahkan untuk anda yang sangat awam dalam bidang pertanian sekalipun.

Pemilihan Benih Cabe

 

Hal paling utama yang harus sobat perhatikan dalam menanam cabe yaitu dengan memilih bibit atau benih dengan kualitas unggul. Ada banyak cara untuk mendapatkan bibit cabe unggul. Diantaranya dengan membeli benih kualitas super di toko pertanian di kota anda atau dengan membelinya dari kami di halaman pemesanan ini. Atau bisa juga sobat mendatangi petani cabe yang menyediakan bibit umur 3 hari – 1 minggu siap tanam.

Tahap Peyemaian Benih Cabe:

  • Setelah mendapatkan benih cabe kualitas unggul yang kita inginkan, maka segera kita bisa melakukan penyemaian agar mendapatkan bibit tanaman cabe yang sehat dan subur.
  • Siapkan media penyemaian berupa campuran tanah gembur, arang sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1 : 1.
  • Untuk lebih mengefektifkan proses persemaian, anda bisa gunakan nampan/tray sebagai media.
  • Siram media semai secukupnya hingga seluruh bagian basah merata.
  • Taburkan dengan rapi benih diatas media semai tersebut kemudian tutup tipis dengan tanah. Agar lebih rapi dan mudah saat pemindahan nantinya, buat lubang kecil dengan kedalaman 0,5 – 1 cm dan jarak 2-3 cm antar lubang.
  • Letakkan media semai pada suhu ruangan dengan sedikit penyinaran lalu tutup permukaan media dengan kain berpori besar
  • Dalam jangka waktu 3 s/d 5 hari akan terlihat tunas mulai muncul. Tunggu hingga ketinggian tunas mencapai 5 s/d 10 cm untuk dipindahkan ke media tanam/bedengan.

Cara Menanam Cabe Paling Praktis

Media Tanam Cabe

Ada dua metode atau cara menanam cabe untuk mendapatkan hasil yang maksimal yaitu metode konvensional (menanam di media tanah) dan metode hidroponik. Kali ini, Taman Inspirasi SAFA tidak akan membahas lebih jauh tentang menanam cabe secara hidroponik dan hanya akan mengupas tentang budidaya cabe secara konvensional. Menanam cabe di media tanah/pot/bedengan akan memperpanjang umur cabe sehingga hasil yang didapatkan juga akan lebih optimal.

Berikut sedikit penjelasan mengenai penyediaan media tanam yang baik :

  • Media tanam yang ideal untuk menanam cabe yaitu campuran tanah, pupuk kandang/kompos dan arang sekam/sekam mentah dengan perbandingan 1:1:1. Letakkan media
  • Setelah tercampur sempurna, basahi media tanam dengan cara menyiram atau merendamnya. Namun, menurut pengalaman kami cara terbaik yakni dengan mencelup/merendamnya agar air benar-benar sempurna meresap ke seluruh bagian media tanam.
  • Buat lubang kecil dengan kedalaman 5-7 cm pada media tanam dan diameter 4-5 cm. Jika anda berencana menanam cabe dalam pot, maka buatlah lubang pada bagian tengah pot agar pertumbuhan akar lebih merata dan tanaman lebih sedap dipandang.
  • Pindahkan bibit cabe yang sudah mencapai ketinggian 5-10 cm dari media semai ke pot atau bedengan. Proses pemindahan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar tanaman.
  • Tutup lubang disekitar bibit cabe dengan tanah dan tekan secukupnya. Jangan terlalu padat dalam menekan karena akan menghambat pertumbuhan akar dan dapat menyebabkan penyakit busuk akar.
  • Siram dengan air secukupnya untuk menjaga kelembaban media tanam.

Perawatan Tanaman Cabe

Perawatan yang baik dan tepat merupakan kunci sukses dalam budidaya tanaman apapun termasuk cabe. Sebab, hasil panen yang akan anda peroleh akan sangat bergantung pada bagaimana anda memperlakukan tanaman semasa siklus hidupnya. Hasil yang anda dapatkan akan berbanding lurus dengan perawatan yang anda lakukan. Semakin baik dan tepat dalam merawat tanaman cabe maka hasil yang anda dapatkan pasti akan semakin baik.

Cara Menanam Cabe Hidroponik

Tips & Trik Menanam Cabe agar Berbuah Lebat

Berikut ini tips dari Taman Inspirasi SAFA tentang perawatan tanaman cabe yang bisa anda praktekkan sendiri:

  1. Lakukan penyiraman rutin terutama saat musim kemarau. Jika musim penghujan anda cukup mengontrolnya sesekali, yang penting kelembaban tanah tetap terjaga.
  2. Penyiraman bisa menggunakan air biasa atau dengan air cucian beras (leri) yang telah difermentasi atau lebih dikenal dengan mol leri. Bagi anda yang belum tahu apa itu mol, anda bisa baca artikelnya disini.
  3. Pemupukan bisa dilakukan setiap 2 minggu sekali menggunakan pupuk organik (pupuk kandang/kompos). Penggunaan pupuk kimia/stimulan bisa anda lakukan saat masa pertumbuhan dan berikan secara bijak (jangan terlalu berlebihan).
  4. Bersihkan lahan/media sekitar tanaman dari gulma karena jika dibiarkan dapat mengundang hama & penyakit.
  5. Jika terdapat tanda-tanda tanaman kurang sehat seperti daun berwarna pucat/kurang segar, sebagian daun terlihat keriting, batang berwarna keputihan, dll maka segera antisipasi dengan pemberian pestisida atau insektisida organik.
  6. Dosis/takaran pestisida organik bisa menyesuaikan. Saat tanaman mulai terlihat terserang hama & penyakit maka dosis dan intensitas penyemprotan bisa ditingkatkan. Untuk pembuatan pestisida organik paling ampuh, anda bisa baca artikelnya disini.
  7. Lakukan pemanenan dengan memotong batang cabe. Hindari memanen dengan mencabut buah cabe karena itu akan merusak tekstur tanaman sehingga dikhawatirkan ia tidak bisa berbuah optimal pada masa panen berikutnya.

Demikian tips dan informasi dari Taman Inspirasi SAFA tentang cara menanam cabe paling mudah dan praktis. Semoga bermanfaat dan jangan lupa share artikel ini kepada sobat terdekat anda. Jika ada pertanyaan, saran atau kritik, silahkan tuliskan di kolom komentar di bawah. Selamat berkebun. Wassalam.

Leave a Reply