penyakit durian kanker batang

AWAS! Hama & Penyakit Durian Berikut bisa Membunuh Pohon Kesayangan Anda

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (22 votes, average: 4.27 out of 5)
Loading...

Hama & Penyakit Durian – Seperti yang kita telah ketahui bersama bahwa musuh paling berbahaya dalam dunia pertanian dan perkebunan adalah hama baik yang disebabkan oleh virus, bakteri maupun serangga. Banyak sekali jenis hama dan penyakit yang seringkali menyerang tanaman buah terutama durian. Namun kali ini Taman Inspirasi akan membahas beberapa jenis hama & penyakit yang paling sering menyerang durian terutama yang dibudidayakan di daerah tropis seperti Indonesia.

Salah satu jenis hama & penyakit durian paling ditakuti dan dapat menyerang semua bagian tanaman dalam keseluruhan tahap pertumbuhan yakni penyakit yang disebabkan oleh jamur Phytophthora palmivora. Jamur ini disinyalir menjadi spesies hama yang paling bertanggung jawab atas kematian banyak pohon durian di kebun yang terletak di beberapa negara. Penyakit busuk akar menjadi penyebab melemahnya pohon dan pada akhirnya, kematian.

Penyakit durian berikutnya berupa pertumbuhan batang tidak normal terlihat dengan adanya penggelembungan pada bagian tertentu seperti permen karet yang keluar dari lesi pada kulit batang. Lesi/bercak melingkar ini akan membesar dan ketika ia telah mengelilingi seluruh bagian batang, cabang-cabangnya akan mulai kering dan mati. Hingga pada akhirnya berakibat pada kematian pohon. Penyakit durian ini biasanya menginfeksi pohon dewasa selama musim penghujan. Infeksi dimulai dari luka, retakan, atau seperti lubang bekas tembakan pada batang.

penyakit durian busuk buah

Penyakit busuk buah menginfeksi buah-buahan yang belum matang. Gejala kerusakan ditandai dengan bercak berair pada kulit buah yang kemudian menjadi kering dan berubah warna menjadi coklat tua dan hitam. Seringkali, terlihat Miselia berwarna keputih-putihan dan sporangia pada bercak melingkar buah. Buah yang terkena penyakit ini akan jatuh dari pohon sebelum matang.

Penyakit hawar daun biasanya menyerang tanaman durian di persemaian. Penyakit durian ini ditandai dengan bercak air pada daun yang berubah menjadi hitam dan berkembang menjadi area nekrotik yang besar. Daun yang terinfeksi akan busuk dan gugur sebelum waktunya.

Pencegahan Hama & Penyakit Jamur Tanaman Durian

penyakit durian kutu daun

Untuk mencegah atau setidaknya meminimalkan serangan jamur Phytophthora maka sistem pengendalian yang terintegrasi harus dilakukan. Langkah-langkah ini meliputi:

  • Menyediakan kebutuhan utama pohon agar memiliki daya tahan yang baik. Ini bisa dilakukan dengan pemilihan lokasi yang sesuai dan termasuk jarak tanam yang tepat, nutrisi, pasokan air, penyiangan, pemangkasan, dan penjarangan buah.
  • Jika pH tanah terlalu asam, sesuaikan ke 5.5-6.5 dengan mengaplikasikan kapur/dolomit.
  • Hindari kelembaban relatif yang berlebihan dengan cara penyiangan rutin, pemangkasan yang tepat termasuk pemindahan cabang paling bawah, sanitasi yang baik, dan perampingan pohon untuk menghindari cabang yang tumpang tindih.
  • Membangun drainase yang baik untuk mengurangi genangan air dari permukaan tanah atau air dari bawah tanah selama musim penghujan.
  • Pantau secara teratur perkembangan tanaman dan terapkan prosedur standar sanitasi. Kumpulkan buah, batang dan bagian tanaman yang rusak dan sakit. Setelah itu musnahkan dengan membakar atau menguburnya.
  • Hindari kerusakan mekanis pada batang tanaman. Jika ada, harus segera dicat dengan pasta insektisida sistemik atau bisa juga menggunakan ter/meni.
  • Oleskan/semprotan fungisida pelindung setiap 15 hari di musim penghujan.

Penyakit Durian: Hama Serangga dan Pengendaliannya

penyakit durian pada batang

Hama serangga yang umum menyerang durian adalah penggerek buah (Tonica lagaropis dan Conogethes punctiferalis), penggerek lubang batang, dan psilida.

Meskipun hanya penggerek buah yang secara signifikan dapat mengurangi produksi durian secara langsung, hama serangga lainnya juga secara tidak langsung menjadi penyebab infeksi jamur Phytophthora. Indikasinya yaitu dengan menciptakan jalan masuk untuk patogen jamur atau dengan mengurangi resistensi/daya tahan pohon.

Gejala eksternal serangan hama penggerek buah akan terlihat jelas pada buah durian berupa kotoran kecoklatan dan lubang di kulit buah. Lubang-lubang itu dibuat oleh ulat yang tumbuh dalam buah. Ulat itu menetas dari telur yang diletakkan di kulitnya oleh ngengat betina. Tanaman inang lain yang diindikasi sebagai penyebab hama penggerek buah durian diantaranya adalah kakao, chico, jeruk, nangka, pepaya, rambutan, dan terong.

Metode pencegahan dan pengendalian yang disarankan terhadap penggerek buah durian:

  • Gunakan perangkap ringan untuk mengurangi populasi hama dewasa.
  • Buang dan bakar atau kubur buah yang terinfeksi atau jatuh sebelum matang.
  • Pangkas buah menjadi satu buah per tandan karena ngengat dewasa lebih suka bertelur di kulit di antara buah-buahan yang berdampingan. Jika tidak, pisahkan buah-buahan yang berdampingan dengan menempatkan irisan (tongkat, kayu atau bahan apa pun) di antaranya.
  • Gunakan kantong buah/plastik 2-3 minggu yang disediakan dengan celah atau lubang untuk mengalirkan air yang mungkin menumpuk di dalamnya. Kantong akan mencegah ngengat betina bertelur di kulit buah. Lepaskan kantung-kantung sekitar 2 minggu sebelum panen karena buah-buahan dalam kantong memiliki warna pucat yang tidak alami.
  • Hilangkan tanaman inang dari kebun ketika pohon durian mulai berbuah atau memasukkan tanaman ini ke dalam program manajemen pengendalian hama.
  • Semprotkan insektisida sebagai upaya terakhir saat serangan hama berat. Penggunaan pestisida kimia harus dipertimbangkan dengan sangat hati-hati karena dapat membunuh musuh alami hama serangga.

Penggerek lubang (Xyleborus sp.) adalah kumbang kecil berwarna hitam atau coklat membuat lubang di kulit kayu dan memakan lapisan kambium. Ini sangat penting bagi subjek pengendalian penyakit di durian karena dikaitkan dengan Phytophthora. Strategi manajemen pengendalian meliputi pemeliharaan kekuatan pohon durian dan pengikisan bagian yang terinfestasi diikuti dengan penerapan insektisida.

The psyllids (Allocarsidara incognita) bertelur di daun yang belum dibuka. Nimfa memiliki penutup tubuh yang tampak putih kapas. Mereka menghisap daun muda yang menyebabkan bintik-bintik kekuningan dan, jika tidak dikendalikan, infestasi yang parah dapat menyebabkan kematian pohon. Itu tadi beberapa ulasan singkat mengenai hama penyakit durian serta tips singkat pencegahan & penanganannya. Semoga bermanfaat. Wassalamualaikum wr. wb.

Leave a Reply