Manfaat & Budidaya Pohon Kelor di Halaman Rumah

Banyak yang menyebut pohon kelor sebagai “Pohon Kehidupan” karena memiliki begitu banyak manfaat bagi kesehatan. Inilah yang menyebabkan meningkatnya animo masyarakat untuk belajar menanam pohon kelor di halaman belakang rumah mereka.

Pohon kelor atau Moringa oleifera adalah pohon buah yang dapat tumbuh dalam situasi yang kurang ideal layaknya pohon jenis lainnya. Ia tetap dapat tumbuh di daerah yang sangat kering di mana curah hujan terbatas, dan tumbuh di berbagai jenis tanah. Terlebih lagi, ini adalah salah satu pohon yang tumbuh paling cepat. Biasanya pohon ini dapat mencapai ketinggian hingga tiga meter di tahun pertama.

Jika Anda ingin menanam pohon unik ini di halaman belakang Anda, silahkan baca artikel tentang cara menanam pohon kelor berikut ini.

Tentang Pohon Kelor

Pohon kelor, kelor oleifera merupakan tanaman serbaguna dan cepat tumbuh. Habitat asli pohon ini adalah kawasan Asia dan Afrika. Buahnya seringkali dikonsumsi secara rutin oleh sebagian besar penduduk Asia selatan.

Banyak orang menyukai pohon ini karena berbagai alasan, termasuk karena tumbuhnya dengan cepat dari stek dan biji. Mereka beradaptasi dengan tanah yang buruk dan dapat bertahan dari kekeringan. Pohon kelor memiliki sistem akar unik yang terdiri dari akar tunggang dan banyak cabang akar yang lebih kecil.

Semua bagian pohon kelor dapat dimakan, termasuk biji, buah, dan daun. Mereka diyakini dapat meningkatkan kualitas tidur, mengontrol gula darah, dan mengurangi nyeri sendi. Daun dan bijinya kaya akan zat besi, serat, vitamin C, B, dan A.

Cara Menanam & Merawat Pohon Kelor

Jika Anda khawatir menanam kelor terlalu sulit, maka dugaan Anda adalah salah. Pohon-pohon ini mudah tumbuh, dan mereka tumbuh sangat cepat dengan ukuran yang cukup besar. Yang terbaik adalah mencoba menanam pohon ini hanya di daerah dengan kondisi cuaca panas.

Pilihlah Lokasi Terbaik untuk Pohon Ini

Lokasi terbaik untuk pohon kelor adalah tempat yang menerima sinar matahari penuh, biasanya delapan jam atau lebih cahaya per hari. Tanaman dan bibit muda perlu dilindungi dari angin kencang dan badai. Pertimbangkan penghalang angin di sekitar tanaman, seperti kantong tanah atau bahkan pagar.

Ciptakan Tanah Terbaik untuk Kelor

Moringa membutuhkan tanah berpasir atau lempung untuk pertumbuhannya. Tanah yang dikeringkan dengan baik adalah persyaratan untuk pohon-pohon ini. Meskipun mereka dikenal beradaptasi dengan baik, jangan berharap pohon-pohon ini tumbuh di tanah liat atau tanah yang tergenang air.

BACA JUGA :   Ketahui Manfaat Menanam Pohon Jeruk Lemon di Rumah

Untuk menyiapkan tanah untuk media tanam, pastikan untuk menambahkan kompos atau pupuk kandang. 5 sampai 10 cm di sekitar pangkal tanaman sudah cukup. Akan sangat bermanfaat jika Anda menambahkan pupuk cair yang seimbang selama penanaman untuk menyediakan nutrisi yang dibutuhkan selama periode pertumbuhannya.

Pohon kelor lebih suka tumbuh di tanah yang sedikit asam atau netral dengan kisaran pH antara 6,5 ​​dan 7,5. Menambahkan lumut gambut ke media tanam Anda dapat membantu meningkatkan tingkat keasaman tanah.

Kapan Waktu Terbaik Menanam Pohon Kelor

Moringa atau pohon kelor membutuhkan kondisi malam yang hangat untuk tumbuh dan berkembang, jadi simpan bibit halus pada suhu berkisar 16 derajat Celcius . Jika suhu turun di bawah ini, bawa tanaman ke dalam setiap malam dan letakkan kembali di luar saat suhu naik keesokan harinya.

Moringa adalah tanaman musim panas; pastikan risiko embun beku hilang. Namun itu juga tergantung di mana Anda tinggal.

Tanam Pohon Kelor di Halaman Belakang Anda

Cara Menanam Kelor di Halaman Rumah

Ada beberapa cara menanam kelor. Banyak yang lebih suka memulai dengan pohon yang dibeli dari pembibitan kebun, tetapi menabur benih langsung juga merupakan pilihan. Mari kita lihat setiap opsi.

Menanam Kelor dari Stek

Setiap tahun ketika Anda memangkas cabang dari pohon, batang stek dapat memulai pertumbuhan baru. Batang bibit setidaknya harus memiliki panjang 180 cm dan tebal 30 cm.

Gali lubang sedalam 1 m dan lebar 1 m, lalu tanam bibit stek ke dalam lubang. Pastikan untuk menambahkan kompos atau pupuk kandang ke dalam lubang tanam agar lingkungan tumbuhnya kaya nutrisi. Tutupi dan tekan tanah di sekitar batang dengan kuat. Bentuk gundukan tanah menyerupai kubah kecil dengan sisi miring ke bawah.

Menanam Kelor dari Biji

Anda juga dapat menanam biji kelor langsung ke tanah di mana Anda ingin pohon itu tumbuh dalam jangka panjang. Bibit yang belum matang akan tampak halus dan mati saat ditransplantasikan.

Gali lubang sedalam dan selebar 30 cm berisi kompos atau pupuk kandang. Tanam tiga hingga lima biji ke dalam lubang, beri jarak 3 cm.

Tanah harus tetap lembab agar benih berkecambah, tetapi jangan menenggelamkan benih dan bibit yang baru muncul.

Tunggu sampai pohon muda setinggi 10 hingga 15 cm dan pilih yang paling sehat, lalu buang sisanya.

Menumbuhkan Kelor dari Transplantasi

Banyak orang lebih suka menanam kelor daripada transplantasi bila ia tersedia di toko pembibitan lokal. Gali lubang persegi 30 cm lalu tambahkan kompos atau pupuk kandang di bagian bawah. Sirami lubang sedalam mungkin sehari sebelum Anda menanam bibit transplantasi pohon kelor.

BACA JUGA :   Pupuk Borate untuk Sawit, Solusi Tepat untuk Tanaman Sehat dan Subur?

Waktu terbaik untuk menanam bibit kelor adalah pada sore hari untuk menghindari teriknya sinar matahari sore. Tempatkan bibit ke dalam lubang yang sudah disiapkan dan bungkus lubang dengan sisa tanah. Bilas perlahan selama beberapa hari setelahnya.

Bisakah Menanam Pohon Kelor dalam Pot atau Wadah?

Kelor merupakan salah satu tanaman yang tidak tumbuh dalam wadah sebaik saat dibudidayakan di bedengan. Menanam kelor dalam pot – meski berukuran besar – dan memperlakukannya seperti tanaman tahunan lainnya akan mengurangi produktivitas dan hasil panen.

Moringa memiliki akar tunggang yang besar dan agresif yang mudah rusak saat dicabut. Semua tanaman yang ditanam dalam wadah pada akhirnya perlu ditransplantasikan ke wadah baru. Namun transplantasi pohon kelor yang terikat akar dapat menyebabkan kematian. Menanam tanaman ini dalam wadah juga berisiko menyebabkan akar melengkung di bagian bawah wadah sehingga dapat mengurangi pertumbuhannya secara keseluruhan.

Merawat Pohon Kelor

Merawat pohon kelor semudah menanamnya. Mereka membutuhkan sedikit perawatan mingguan. Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang perawatan pohon kelor.

Penyiraman

Meskipun pohon ini tahan kekeringan saat ditanam, mereka tetap membutuhkan air untuk bertahan hidup. Ingat, pohon-pohon ini tumbuh secara alami di hutan serta kondisi kering. Mereka lebih suka kelembaban udara dan kelembaban tinggi untuk pertumbuhan yang tepat.

Praktik terbaik adalah menyirami bibit setiap dua hingga tiga hari. Siram tepat di pangkal pohon dengan selang perendaman. Pohon dewasa hanya perlu disiram seminggu sekali saat tidak hujan. Jika suhu naik, periksa kadar air tanah lebih sering dan siram lebih banyak sesuai kebutuhan.

Persyaratan Pemupukan

Oleskan lapisan kompos tiga inci di sekitar pohon Anda secara teratur sehingga tidak perlu menambahkan lebih banyak pupuk ke pohon Anda. Kotoran sapi atau kuda yang dikomposkan juga dapat diterima.

Ini bukan keharusan untuk menggunakan pupuk lain. Pohon-pohon ini beradaptasi dengan baik. Jika Anda ingin memupuk sebagai gantinya, aplikasikan pupuk organik cair untuk pertumbuhan yang lebih baik.

Pemangkasan

Pohon-pohon ini mencapai ketinggian hingga 2 meter lebih sehingga membuat mereka cukup sulit untuk dipanen. Solusinya adalah memangkas atau merundukkan cabang pohon yang terlalu tinggi agar lebih mudah untuk dipanen. Pemangkasan pohon kelor mengarah pada kebiasaan pertumbuhan seperti semak selama bulan-bulan hangat dan tumbuh.

Setiap tahun, cabang-cabangnya berhenti menghasilkan buah. Untuk meningkatkan hasil tahun-tahun berikutnya, pastikan untuk memangkas cabang-cabang itu dari pohon Anda.

Pangkas cabang di bagian atas untuk membuka ruang tumbuh dan menghindari percabangan silang. Tautan silang menyebabkan cabang rusak, dan akan meningkatkan risiko penyakit.

Hama & Penyakit Umum Pohon Kelor

Sayangnya, pohon-pohon ini menghadapi berbagai macam hama dan penyakit. Pemeriksaan rutin untuk masalah atau tanda-tanda penyakit akan membantu Anda merespons dengan cepat.

BACA JUGA :   Manfaat Tanaman Angsana dan Cara Budidayanya

Ulat

Ulat spesies Noctuidae yang muncul pada malam hari dan mengunyah batang atau pangkal tanaman.  Cara terbaik untuk mengobati hama ini pada pohon kelor adalah dengan menyemprotkan Bacillus thurigiensis.

Hama Penggerek Batang

Hama dewasa bertelur di ranting dan cabang pohon yang sehat. Saat menetas, larva masuk ke batang dan memakan bagian tengahnya. Seiring waktu, daunnya menguning, dan cabang-cabangnya mati.

Potong cabang yang terinfeksi di bawah bagian yang rusak. Lebih baik membakarnya; jangan pernah membuat kompos dari cabang yang terinfeksi. Pemangkasan secara teratur membantu mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh hama penggerek.

Kutu daun

Kutu daun menempel pada bagian bawah daun tanaman Anda dan menyedot getahnya. Kemudian, mereka meninggalkan zat yang akan menarik semut dan jamur jelaga. Menyemprot pohon dengan pestisida organik bawang putih akan mengurangi efek buruk yang ditimbulkannya.

Busuk Buah dan Akar

Salah satu penyakit paling berbahaya bagi tanaman ini adalah busuk buah, ranting, atau akar. Mengobati busuk akar hampir tidak mungkin karena akar tunggang tumbuh sangat dalam di tanah. Anda dapat mengobati busuk buah dan ranting dengan fungisida.

Penyakit Karat Daun & Batang

Masalah lain yang dihadapi oleh pohon kelor adalah bentuk menyerupai karat yang mungkin muncul pada batang atau dahan pohon. Untuk melawan kanker, angkat semua anggota tubuh yang rusak atau mati. Pastikan Anda tidak memangkas terlalu banyak saat musim hujan karena air hujan dapat menyebarkan bakteri.

daun kelor dipanen

Panen Kelor

Pohon kelor atau Moringa tumbuh dengan cepat dan dapat mencapai ketinggian hingga 2 meter dalam enam bulan. Ukurannya yang besar membuat cara memanennya menjadi sebuah tantangan tersendiri. Itulah sebabnya banyak ahli kebun merekomendasikan pemangkasan atau pruning pohon pada ketinggian yang memudahkan panen.

Selain tantangan ketinggian, memanen kelor relatif mudah dan itu adalah bagian termudah dari budidaya pohon kelor.

Daunnya bisa dipanen kapan saja dan dalam jumlah banyak sekaligus. Daunnya padat akan nutrisi dan seringkali digunakan untuk membuat bubuk kelor. Meski dalam pembuatannya membutuhkan banyak daun.

Cabang pohon kelor harus dicuci bersih segera setelah dipanen. Ikat cabang bersama-sama di bagian pangkal lalu gantung di tempat yang hangat agar kering. Pengeringan cabang pohon kelor membutuhkan waktu beberapa hari.

Polong dapat dipanen untuk konsumsi segar ketika panjangnya mencapai kurang lebih 10-12 cm. Pada tahap ini, mereka belum berkembang dan belum matang, tetapi seluruh polong dapat dimakan. Kebanyakan orang memasaknya seperti sayuran kacang panjang.

Buah kelor yang matang aman untuk dipanen, tetapi tidak lagi dapat dimakan. Sebagai gantinya, buah kelor yang sudah matang dapat diperas untuk menghilangkan minyaknya, atau bijinya bisa dimasak dan dimakan juga. Bersihkan biji dengan cepat untuk menghilangkan lapisan luar yang lengket. Barulah setelah itu biji aman untuk dimasak, seperti kacang atau kacang polong yang baru dimasak.

Kesimpulan

Menanam pohon kelor di halaman rumah Anda lebih mudah daripada menanam pohon buah jenis lainnya. Pohon ini beradaptasi dengan baik untuk sebagian besar kondisi pertumbuhan dan tumbuh dengan cepat di mana pun Anda menempatkannya. Cobalah menanam tanaman obat populer ini dihalaman belakang atau depan rumah Anda. Wassalam

Rate this post

Leave a Comment