HATI-HATI Gunakan Ampas Kopi untuk Tanaman, Ini Sebabnya…

Media Ampas Kopi untuk tanaman

Nutrisi tambahan untuk tanah yang populer ini mungkin bukan yang terbaik untuk tanaman Anda. Jika Anda seorang penghobby berkebun, ada kepuasan tersendiri saat Anda makan sayuran yang ditanam di kebun Anda sendiri. Tetapi berkebun adalah investasi yang besar: ada aktifitas penyiraman setiap hari, pengendalian hama yang cermat, dan proses rumit dalam menjaga unsur kimia dalam tanah dengan benar. Mungkin di Internet ada banyak sekali cara untuk membuat aktivitas berkebun menjadi lebih mudah dan murah, tetapi beberapa metode itu mungkin terlalu bagus dibandingkan fakta sebenarnya. Tidak peduli apa yang dikatakan oleh sumber Anda di Internet, meninggalkan ampas kopi tanpa pengolahan lanjutan, itu akan menjadi berita buruk untuk taman Anda.

Mungkin akan lebih menyenangkan melakukan sesuatu dengan limbah kopi pagi Anda dibandingkan membuangnya begitu saja ke tempat sampah. Para ahli kebun yang menulis tentang itu tidak salah ketika mereka mengatakan bahwa itu penuh dengan nutrisi ramah lingkungan seperti nitrogen yang penting untuk pertumbuhan tanaman. Umumnya, menambahkan bahan organik ke tanah baik untuk taman Anda, karena bakteri akan memakannya dan menguraikannya menjadi lebih banyak nutrisi yang dapat digunakan tanaman.

Bahaya Ampas Kopi untuk Tanaman

Bahaya Ampas Kopi untuk tanaman kebun

Apa pun yang Anda Lakukan, Jangan Letakkan Bubuk Kopi di Kebun Anda!

Ada beberapa praktisi perkebunan yang menyertakan beberapa kata perihal peringatan penggunaan ampas kopi untuk tanaman. Bubuk ampas kopi sangat asam, kata mereka, jadi sebaiknya disediakan untuk tanaman yang menyukai asam seperti azalea dan blueberry. Dan jika tanah Anda sudah mengandung nitrogen tinggi, tambahan ekstra dari bubuk kopi dapat menghambat pertumbuhan buah serta bunga tanaman. Tetapi peringatan itu mengabaikan satu masalah besar dengan ampas kopi: Mereka penuh dengan kafein.

Untuk memahami mengapa kafein tidak baik untuk taman Anda, Anda perlu memahami mengapa tanaman tertentu menghasilkan bahan tersebut. Anda mungkin tahu bahwa kopi dan cokelat mengandung kafein, meskipun keduanya berasal dari tumbuhan yang sama sekali berbeda. Tumbuhan itu bahkan tidak berhubungan – mereka mengembangkan kemampuan untuk menghasilkan kafein secara mandiri, sesuatu yang oleh para ahli biologi disebut “evolusi konvergen“.

BACA JUGA :   Kandungan Asam Humat & Manfaatnya untuk Tanaman

Ketika dua spesies mengembangkan sifat yang sama sepenuhnya dengan sendirinya, itu pertanda bahwa sifat tersebut mungkin memiliki tujuan yang sangat berguna. Untuk kafein, tujuannya adalah persaingan: Mematikan semua tanaman di daerah sekitarnya.

Meskipun Anda mungkin berpikir Anda bisa memeras setiap tetes terakhir kafein dari bubuk kopi tersebut, pikirkan lagi: Sebuah studi di Journal of Agricultural and Food Chemistry menemukan bahwa terdapat setidaknya 8 miligram kafein setiap 1 gram ampas kopi, tergantung berapa lama tanah terendam air. Itu berarti bahwa setelah Anda menyeduh secangkir espresso, ampas kopi tersebut masih mengandung kafein sebanyak secangkir teh.

Itulah mengapa menambahkan bubuk ampas kopi ke kebun Anda adalah alternatif terakhir yang mungkin bisa Anda lakukan. Sebuah studi tahun 2016 di jurnal Urban Forestry & Urban Greening mengatakan semuanya dalam judul: “Mengaplikasikan bubuk kopi bekas langsung ke tanah pertanian diarea perkotaan dapat mengurangi pertumbuhan tanaman.” Itu benar bahkan ketika mereka membuat kompos bubuk kopi dengan sampah organik lainnya – sesuatu yang direkomendasikan oleh para ahli sejak awal.

Studi lain secara tidak sengaja menemukan bahwa kompos yang dibubuhi bubuk kopi dapat membunuh cacing tanah. Dan ingat bagaimana menambahkan bahan organik menarik bakteri bermanfaat? Nah, ternyata ampas kopi juga memiliki kandungan antibakteri.

Dalam sebuah artikel terbitan The Guardian seorang ahli pertanian melakukan eksperimen berkebun informal sendiri dengan bubuk kopi. Ahli botani yang bernama James Wong tersebut menyimpulkan, “Saya suka nasihat yang unik, dan beberapa diulang begitu sering sehingga Anda menganggapnya benar, tetapi sering kali mereka menyebutnya seolah-olah benar.” Oleh karena itu, minumlah kopi semau Anda (silakan makan sesuatu dulu), tetapi jauhkan bubuk kopi tersebut dari kebun Anda. Berhati-hatilah mengaplikasikan bubuk ampas kopi ke tanaman Anda.

BACA JUGA :   Manfaat Pohon Buah Delima untuk Kesehatan

Cara Aplikasi Bubuk Ampas Kopi untuk Tanaman

Ampas Kopi untuk tanaman

Di kebanyakan rumah tangga, bubuk kopi segar sering kali dibuang sembarangan ke tempat sampah setiap hari, meskipun itu adalah pupuk berkualitas tinggi untuk tanaman luar ruangan dan tanaman didalam pot. Bahkan biji kopi yang kini sering dimanfaatkan dan sebagian besar kantong penyaring kopi masih bisa dijadikan pupuk kompos .

Tips : Bubuk kopi terbuka selalu dapat disatukan langsung di sekitar tanaman! Dapat diperoleh dengan menyeduh kopi di mesin kopi yang tak terhitung jumlahnya.

Nutrisi yang Terkandung dalam Ampas Kopi

Aplikasi Ampas Kopi untuk tanaman

Bubuk ampas kopi bisa dibilang gratis, benar-benar pupuk ramah lingkungan yang tersedia setiap hari di banyak tempat dan juga kaya nutrisi, seperti vitamin B, kalium, nitrogen, dan fosfor

Selanjutnya ampas kopi dianggap sedikit “asam” yang berarti nilai pH z. Penggunaannya dapat dikurangi secara signifikan di tanah berawa. Bubuk kopi juga menetralkan air irigasi yang sangat berkapur dan menjauhkan tanaman dari beberapa jenis hama, seperti siput.

Tips : Cacing tanah menyukai bubuk kopi! Mereka dapat tertarik olehnya dan dengan kehadiran mereka, maka proses penggemburan tanah di bedengan dpat terbentuk lebih optimal!

7 Tips Aplikasi Ampas Kopi sebagai Pupuk

Bahaya Ampas Kopi untuk tanaman

Berikut ini 7 tips pengaplikasian ampas kopi sebagai penyubur tanaman.

  1. Biarkan bubuk kopi menjadi dingin terlebih dahulu. Selalu biarkan bubuk ampas kopi menjadi dingin sebelum digunakan. Jangan pernah menggunakannya dalam keadaan panas! Bubuk kopi juga harus dibiarkan sekering mungkin , karena bubuk kopi basah cenderung cepat berjamur. Jadi cukup simpan bubuk kopi segar dalam wadah terbuka untuk waktu yang singkat!
  2. Jangan terlalu sering memberikannya pada tanaman. Frekuensi pemupukan dengan ampas kopi tergantung pada spesies tanaman masing-masing, tetapi tidak boleh terlalu sering. Misalnya, Anda bisa gunakan untuk memupuk tanaman dalam ruangan sekali di musim penghujan dan sekali di musim kemarau. Sedangkan untuk tanaman di luar ruangan rata-rata hingga 4 kali setahun. Namun, bubuk kopi tidak bisa diaplikasikan secara berlebihan.
  3. Campur bubuk kopi dengan tanah pot. Jika bubuk ampas kopi dikumpulkan dalam jangka waktu tertentu, bubuk tersebut dapat dicampur dengan tanah pot segar dan tanaman di dalamnya.
  4. Ampas kopi dapat berfungsi dengan baik untuk tanaman di luar ruangan. Aplikasikan ampas kopi dengan menyebarnya tipis-tipis di pot bunga atau di sekitar tanaman luar ruangan dan tetap diaduk sedikit di permukaan media tanam dengan penggaruk kecil.
  5. Sebaiknya encerkan bubuk kopi dengan air. Selain itu, sedikit bubuk kopi juga dapat diencerkan dengan banyak air dan Anda dapat menyiramnya di tanaman hias kesayangan Anda. Namun, sebaiknya jangan menyiram daunnya, cukup beri pupuk pada batang tanaman.
  6. Campurkan bubuk ampas kopi dengan kompos. Bubuk kopi yang tersisa juga dapat dibuang bersama kompos – kemudian campurkan kembali kompos tersebut sebelum digunakan!
  7. Bubuk kopi sebagai pembunuh semut. Bubuk kopi juga melindungi tanaman dari semut yang tidak menyukai bau kopi dan oleh karena itu biasanya mereka akan menjauh dari tanaman yang dibubuhi ampas kopi.
BACA JUGA :   Cara Menurunkan pH Tanah: Tips Mudah untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah

Manfaat Ampas Kopi untuk tanaman

Kesimpulan

Berdasarkan beberapa paparan diatas, ternyata ampas kopi tak sepenuhnya berbahaya untuk tanaman. Namun juga tak sepenuhnya baik untuk kesuburan tanaman. Jadi saran kami, gunakan setiap bahan organik – termasuk salah satunya ampas kopi – disekitar kita dengan bijak. Pemberian limbah organik maupun non organik hendaknya disesuaikan dengan dosis serta usia tanaman.

Apabila Anda akan memberikan limbah organik langsung pada tanaman, mulailah dari dosis terendah atau mulailah dari takaran yang terkecil. Sambil berjalannya waktu, kita bisa amati perkembangan tanaman pasca pemberian limbah organik tersebut. Jika hasilnya positif, maka Anda bisa tambahkan takarannya, namun jika ternyata justru memberikan efek negatif bagi tanaman, alangkah baiknya hentikan pemberian limbah organik tersebut.

Jadi kesimpulannya, tidak semua limbah organik yang ada disekitar kita baik untuk pertumbuhan tanaman. Semua bergantung pada banyak hal diantaranya jenis limbah organik tersebut dan karakteristik tanaman yang akan kita bubuhkan limbah organik. Sekian ulasan dari Taman Inspirasi SAFA seputar bahaya dan manfaat ampas kopi untuk tanaman. Semoga bermanfaat. Wassalam.

4.1/5 - (22 votes)