Panen Jagung Manis

Budidaya Jagung Manis PALING Praktis Hasil Selangit

Budidaya Jagung – Dulu, banyak orang menggunakan jagung jenis fieldcorn atau jagung pipil yang dipanen muda untuk campuran menu sayur, jagung rebus maupun jagung bakar. Jenis jagung tersebut memiliki rasa yang kurang manis dan tekstur yang agak kasar karena sejatinya jagung varietas fieldcorn memang ditujukan untuk produksi pakan ternak.

Semenjak varietas jagung manis masuk ke Indonesia, sejak itu pula masyarakat mulai mengganti kebiasaan mereka. Hampir semua jenis kuliner dengan bahan dasar jagung, saat ini beralih menggunakan jagung manis. Tentu saja itu karena jagung manis memiliki tekstur yang lebih lembut dan rasa yang manis. Nah kali ini Taman Inspirasi SAFA akan memberikan sedikit tips tentang budidaya jagung manis agar hasil melimpah.

Analisis Usaha Budidaya Jagung Manis

Budidaya Jagung Manis PALING Praktis Hasil Selangit 1

Pergeseran selera konsumen dari jagung field corn atau jagung pipil ke jagung manis secara langsung membuka prospek bisnis budidaya jagung manis. Keuntungan dari bertanam jagung manis sangatlah menggiurkan. Dengan modal tanam sekitar 8 sampai 10 juta Rupiah per hektar, kita dapat menghasilkan panen sebanyak 10 sampai 12 ton. Jika dikalkulasi dengan harga jual Rp2.000 sampai Rp3.000 per kg maka akan diperoleh omset berkisar 24 juta rupiah per hektar. Hasil setelah dipangkas dengan modal maka laba bersih yang bisa dikantongi mencapai 14 juta rupiah. Masa tanam jagung manis pun terbilang sangat singkat. Jika jagung pipil biasanya membutuhkan 3 sampai 4 bulan masa budidaya, maka jagung manis maksimal 75 hari sudah bisa kita panen.

Jika anda tertarik menekuni usaha jagung manis tentu harus piawai dalam melaksanakan tahapan budidaya tanaman ini. Butuh cara dan saat budidaya yang tepat agar produksinya optimal. Untuk itu diperlukan varietas jagung manis yang jelas daya produksinya dan dapat diterima pasar. Di pasaran, ragam benih jagung manis yang ditawarkan sangat banyak, namun tidak semua merek benih memberi jaminan keberhasilan baik saat dibudidayakan maupun dipasarkan tidak sedikit jenis jagung manis yang dihasilkan petani sulit dijual lantaran hasil panennya tidak disukai pasar. Oleh sebab itu kami sarankan pilihlah varietas bibit tanaman jagung manis yang sudah terbukti daya produksi dan ketahanannya terhadap hama penyakit.

Pengolahan Lahan Tanam

Budidaya Jagung Manis

Umumnya tanaman jagung manis ditanam pada lahan yang berada di dataran rendah sampai dataran menengah. Oleh sebab itu, agar tanaman dapat tumbuh optimal usahakan mendapat lokasi tanah sesuai rekomendasi tersebut. Selain ketinggian tempat, ketersediaan sumber air dan akses jalan ke lokasi patut dipertimbangkan. Ini diperlukan guna memudahkan pelaksanaan kegiatan budidaya jagung seperti perawatan tanaman maupun pengangkutan sarana produksi dan hasil panen.

Untuk memperoleh hasil panen yang optimal, jagung manis hibrida mesti dibudidayakan secara intensif. Oleh karenanya setelah lokasi penanaman ditentukan segera lakukan pengolahan lahan tahap demi tahap. Berikut tahapan mengolah lahan jagung sampai siap ditanami:

  1. Gemburkan lahan dengan cara di traktor dibajak atau dicangkul.
  2. Buat bedengan dengan lebar 75 sampai 100 cm, tinggi 30-40 cm dan jarak antar bedengan 35 cm. Sementara panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan yang digunakan.
  3. Taburi bedengan dengan kaptan atau kapur dolomit. Kebutuhan kaptan atau kapur dolomit disesuaikan dengan tingkat keasaman tanah.
  4. Berikan pupuk organik pada tiap bedengan sebanyak 20 ton per hektar atau rata-rata 1 kg per tanaman.
  5. Tambahkan insektisida karbofuran sebanyak 20 kg per hektar atau 1 gram per tanaman.
  6. Pupuk organik dan insektisida ini ditaburkan secara alur di kanan kiri bedengan tempat di mana nantinya jagung manis ditanam.
  7. Setelah perlakuan pupuk dasar, bedengan ditutup dengan tanah secara merata dan permukaan bedengan pun dirapikan.

Baca Juga : Tips Budidaya Sayur di Lahan Sempit

Penanaman

Jagung manis dapat ditanam langsung ke lubang tanam tanpa perlu dilakukan penyemaian. Berikut langkah-langkah budidaya jagung manis:

  1. Buat lubang tanam dengan cara di tugal sedalam 2 cm.
  2. Jarak antar lubang tanam yang digunakan adalah 75 x 25 cm.
  3. Tiap bedengan dapat ditanami 2 baris tanaman sehingga populasi dalam 1 hektar mencapai 50000 tanaman.
  4. Benih kemudian dimasukkan ke dalam lubang tanam. Bila kondisi lahan yang digunakan cukup gembur dengan area dan drainase yang baik maka tiap lubang tanam dapat diisi dengan 1 benih saja.
  5. Namun jika kondisi lahan nya kurang optimum ada baiknya perubahan tanam diisi dengan 2 benih jagung manis.
  6. Setelah itu lubang tanam ditutup dengan tanah halus dan melakukan penyiraman setelah selesai penanaman.

Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman Jagung Manis

Budidaya Jagung Manis Berkualitas

Penyulaman/Penanaman Kembali

Fase krusial pada budidaya jagung manis berada pada masa sehari setelah tanam sampai dengan menjelang panen. Selama periode tersebut tanaman mesti dirawat secara optimal garis besar pemeliharaan tanaman meliputi penyulaman, pengairan, pemupukan susulan dan pengendalian hama penyakit. Penyulaman tanaman perlu dilakukan pada benih yang gagal tumbuh atau mati. Penyulaman harus dilakukan sesegera mungkin atau selambat-lambatnya 7 hari pasca tanam agar pertumbuhan tanaman keseluruhan menjadi seragam.

Pengairan

Tanaman jagung manis yang mulai beranjak besar memerlukan asupan air yang cukup. Meski demikian, jumlah air yang diberikan tidak boleh berlebihan. Oleh karena itu, proses penyiraman dapat dilakukan secara berkala terutama saat musim kemarau.

Penyiangan dan Pembumbunan Lahan

Fase kritis persaingan tanaman dengan gulma terjadi sejak tanam sampai sepertiga atau seperempat dari daur hidup tanaman jagung manis. Oleh sebab itu, mulai lakukan penyiangan gulma pada 15 hari setelah tanam. Kegiatan penyiangan dilakukan kembali bersamaan dengan waktu proses pemberian pupuk susulan kedua. Pembumbunan berguna untuk memperbaiki drainase dan mempermudah pengairan. Pencapaian hasil yang optimal pada budidaya jagung manis akan diperoleh salah satunya dengan pemupukan yang berimbang.

Oleh karena itu dosis dan waktu aplikasi pupuk susulan juga harus diberikan secara tepat dan cermat. Pemupukan susulan dilakukan pada fase vegetatif yaitu pada usia 15 sampai dengan 20 hari dan pada fase generatif pada umur diatas 40 sampai 45 hari. Untuk mempermudah proses pemberian pupuk susulan dapat juga digunakan pupuk NPK. Pada setiap aplikasi pupuk susulan diberikan sebanyak 4 gram NPK per tanaman.

Perawatan Tanaman Jagung

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman

Dalam perawatan tanaman, yang tak kalah penting adalah pengendalian hama dan penyakit. Jenis hama yang biasa menyerang jagung manis adalah Ulat tanah agrotis ipsilon, ulat tongkol, ulat daun, lalat bibit, penggerek batang, belalang dan penggerek daun. Sedangkan penyakit utamanya yakni bulai, busuk pelepah, dan hawar daun. Untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit, alangkah baiknya dibuat jadwal penyemprotan. Volume semprot dan konsentrasi racun disesuaikan dengan anjuran yang ada pada label kemasan.

Sebelum mengaplikasikan, pilih insektisida maupun fungisida yang sesuai dengan hama sasaran. Demikian juga gulma yang tumbuh pada parit antar bedengan harus dibersihkan karena dapat menjadi sarang hama. Penggunaan insektisida atau fungisida sebaiknya tidak terus menerus menggunakan 1 bahan aktif tetapi di selang seling dengan beberapa merek yang bahan aktif maupun cara kerjanya berbeda. Hal ini berguna untuk menghindari kekebalan pada hama sasaran.

Baca Juga : Insektisida Organik : Rokok Insektisida Organik PALING MANJUR?

Tahap Pemanenan

Memasuki umur 70 sampai 75 hari setelah tanam, jagung manis hibrida sudah dapat dipanen. Jumlah hasil panen yang didapat tergantung contoh varietas yang ditanam dan cara budidayanya. Itu tadi beberapa tips menanam jagung yang kami rangkum dari berbagai sumber. Untuk cara menanam dan budidaya jagung dalam pot, berikut video lengkap dari TIS.

Leave a Reply