Tanaman Hias Bunga Krisan

Bunga Krisan – Manfaat, Cara Budidaya dan Teknik Perawatan

Bunga krisan termasuk jenis tanaman hias yang memiliki warna indah dan aroma khas. Tanaman ini tergolong mudah untuk dibudidayakan. Meski demikian, tidak semua tanaman bunga krisan memiliki keindahan yang sama ketika berbunga. Di negara empat musim, ketika semua tanaman berguguran, bunga krisan bersemi di musim gugur. Selain itu, perawatan yang kita lakukan akan sangat berpengaruh pada kualitas keindahan bunga krisan. Ciri khas inilah yang membuat tanaman krisan di Jepang dinobatkan sebagai tanaman bunga nasional. Di negara tersebut, tanaman ini dijuluki Queen of the East oleh masyarakatnya.

Hampir sebagian besar masyarakat Jepang memiliki kebiasaan minum teh dicampur dengan krisan. Ternyata kebiasaan ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan karena bunga krisan mengandung zat yang baik untuk tubuh. Diantaranya protein, kalsium, zat besi, magnesium, folat, vitamin A serta vitamin C. Beberapa manfaat tanaman krisan lainnya yakni:

  1. Membantu menjaga kekebalan tubuh
  2. Membantu menurunkan demam
  3. Efektif dalam membantu membersihkan racun (detoksifikasi) dalam hati
  4. Membantu memperbaiki kinerja organ hati sehingga dapat berfungsi optimal
  5. Mengatasi gangguan pernafasan ringan
  6. Membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh
  7. Dapat menghilangkan jerawat
  8. Membantu meringankan sakit kepala atau stress

Cara Budidaya Bunga Krisan

Budidaya Bunga Krisan

Menanam bunga krisan terbilang cukup mudah meski untuk seorang pemula sekalipun. Hal yang perlu mendapat perhatian khusus yakni pemeliharaan dan perawatan tanaman krisan agar mendapatkan hasil bunga yang bagus dan indah. Budidaya bunga krisan tidak membutuhkan lahan yang luas karena kita dapat menanamnya dalam media pot atau polybag. Berikut langkah-langkah budidaya bunga krisan dalam pot.

Baca juga : Bromelia – Merawat si Cantik agar Lebih Menarik

Alat dan Bahan yang dibutuhkan

  1. Siapkan wadah/pot berukuran sedang. Bagian dasar pot harus memiliki lubang supaya drainase pada media tanam dapat berjalan dengan baik.
  2. Siapkan media tanam yang terdiri atas campuran tanah, kompos/pupuk kandang dan sekam dengan perbandingan 3 : 2 : 1.
  3. Alat untuk menanam seperti sekop kecil dan kaos tangan (jika diperlukan).

Proses Menanam Bunga Krisan

Idealnya, menanam krisan dalam pot dilakukan ketika bibit mencapai ketinggian 3/4 cm dan jangan melebihi 5 cm. Dalam satu pot ukuran sedang anda bisa menanam 5 s/d 6 bibit krisan. Jangan terlalu padat supaya tidak terjadi hambatan pada proses pertumbuhan tanaman dan bunga yang dihasilkan dapat memiliki karakter fisik yang baik.

Selain itu, menanam lebih dari 1 bibit dalam satu pot akan lebih mengefektifkan media tanam dan sebagai cadangan jika tanaman lain layu/mati sebelum berbunga.

Cara penanaman bibit krisan cukup mudah. Letakkan bibit pertama pada bagian tengah media sedangkan 5 atau 6 bibit lain ditanam mengelilinginya dengan posisi miring.

Baca juga : Ide Kreatif Tanaman Hias Daun untuk Indoor dan Outdoor

Proses Perawatan Bunga Krisan

Cara Mudah Menanam Bunga Krisan

Tehnik Penyiraman

Penyiraman tanaman krisan bisa dilakukan dengan beberapa metode. Metode pertama yakni dengan menyiramkan air pada media tanam/pot seperti lazimnya dilakukan oleh para petani (metode konvensiona). Metode kedua yakni dengan melakukan perendaman pot. Pot bunga krisan direndam pada air dengan ketinggian 5-10 cm. Tunggu beberapa menit hingga terjadi proses kapilaritas air terserap sempurna hingga seluruh/sebagian besar media dalam pot terlihat basah.

Metode ketiga yakni dengan mengaplikasikan sistem irigasi/drip feed pada media tanam. Secara teknis, alat atau bahan yang digunakan untuk membuat sistem irigasi ini sangat bervariasi dari selang sampai botol air mineral bekas pakai. Ciri paling menonjol dari sistem irigasi ini adalah pengairan diberikan pada tanaman sedikit demi sedikit melalui air yang menetes secara otomatis dari selang/botol/tabung air ke media tanam. Dengan mengaplikasikan sistem dripfeed ini, perawatan yang kita lakukan pada tanaman akan lebih efektif dan efisien.

Tehnik Pemupukan

Pemberian pupuk secara kontinyu diperlukan supaya tanaman krisan dapat berkembang dengan baik sehingga bunga yang dihasilkan memiliki corak yang indah dan beragam. Anda bisa menggunakan pupuk kandang/kompos dikombinasikan dengan pupuk kimia dengan memenuhi beberapa unsur MnSO4, 4H2O, KNO4, Kritalon Hijau dan Borak dalam dosis yang seimbang.

Penyinaran

Hal lain yang harus diperhatikan yakni masa penyinaran untuk tanaman bunga krisan. Tanaman krisan idealnya mendapat sinar matahari penuh selama 14 s/d 16 jam setiap harinya. Intensitas penyinaran ini harus tetap dijaga sejak awal sampai dengan kemunculan tunas lateral bunga setinggi 2 – 3 sentimeter.

Baca juga : Tanaman Hias Aglaonema – Si Cantik Sri Rejeki Penghias Rumah

Teknik Perawatan Krisan

Bunga Krisan dalam Pot

Tehnik Pinching

Teknik ini merupakan teknik perawatan krisan yang diaplikasikan untuk menstimulasi pertumbuhan bunga dengan membuang bagian pangkal tanaman. Hal ini dilakukan dengan maksud merangsang pertumbuhan tunas lateral pada bagian ketiak daun sehingga tanaman tidak tumbuh terlalu tinggi namun tetap indah dipandang.

Tehnik Disbudding

Teknik ini termasuk salah satu jenis perawatan yang dilakukan dengan cara membuang bakal bunga yang kurang bagus atau tumbuh tidak sesuai dengan harapan. Pengurangan bakal bunga akan membuat nutrisi terserap sempurna pada bakal bunga yang diharapkan tumbuh dan berkembang dengan sempurna.

Nah, bagaimana sobat Taman Inspirasi mudah kan? Membudidayakan tanaman krisan tidak membutuhkan lahan yang luas dan keahlian khusus. Semua orang dapat melakukannya meski seorang pemula sekalipun. Apalagi jika anda seseorang yang senang bereksperimen, maka tak menutup kemungkinan anda dapat menemukan varietas baru krisan yang tentunya memiliki nilai jual yang tinggi. Jadi, bertanam bunga krisan tak semata-mata hobby namun bisa juga menjadi lahan pendapatan yang menggiurkan. Sekian tips dari kami semoga bermanfaat. Wassalam.

Leave a Reply