Mudahnya Budidaya Alpukat dalam Pot

Share This Post

Sobat TIS, Membudidayakan tanaman dengan menanamnya ke dalam sebuah pot atau yang biasa disebut dengan tabulampot sangatlah menguntungkan. Hal tersebut dikarenakan tanaman yang ditanam secara tabulampot cenderung lebih mudah proses perawatannya dan proses berbuahnya pun juga cepat.

Nah, bagi Anda yang berencana membudidayakan tabulampot, maka tentu pertama-tama Anda perlu menentukan varietas tanaman buah apakah yang ingin Anda tanam. Beberapa jenis tanaman yg umum digunakan dalam metode tabulampot seperti alpukat, mangga, jeruk dan lainnya yang sudah pernah dibahas oleh TIS. Dikarenakan ada beberapa sobat TIS yang bertanya pada video tabulampot alpukat yang beberapa waktu lalu diunggah oleh TIS, maka kali ini TIS akan membahas tentang beberapa poin tentang budidaya alpukat, seperti syarat tumbuh, pemilihan bibit yang bagus, serta bagaimana cara untuk mempercepat pertumbuhan tunas pada tanaman alppukat. Di akhir dari penjelasan ini tentunya akan ada video tutorial dan cara yang tepat dimana TIS telah mempraktikannya.

Dalam menanam alpukat supaya tanaman dapat tumbuh dengan baik sebaiknya memperhatikan beberapa hal. Berikut merupakan Syarat Tumbuh Tanaman Alpukat/ Avokad yang perlu diperhatikan tersebut.

1. Ketinggian tempat

Pada umumnya tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, yaitu 5-1500 M dpl. Namun tanaman ini akan tumbuh subur dengan hasil yang memuaskan pada ketinggian 200-1000 m dpl.

2. Media tanam

Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat adalah jenis tanah lempung berpasir (sandy loam), lempung liat (clay loam) dan lempung endapan. Tanaman alpukat agar tumbuh optimal memerlukan tanah gembur, tidak mudah tergenang air, (sistem drainase/pembuangan air yang baik), subur dan banyak mengandung bahan organik. Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara pH sedikit asam sampai netral, (5,6-6,4).

3. Iklim

Curah hujan minimum untuk pertumbuhan adalah 750-1000 mm/tahun. Angin diperlukan oleh tanaman alpukat, terutama untuk proses penyerbukan. Namun demikian angin dengan kecepatan 62,4-73,6 km/jam dapat dapat mematahkan ranting dan percabangan tanaman alpukat yang tergolong lunak, rapuh dan mudah patah. Kebutuhan cahaya matahari untuk pertumbuhan alpukat berkisar 40-80 %. Suhu optimal untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara 12,8-28,3 derajat C. Mengingat tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, tanaman alpukat dapat mentolerir suhu udara antara 15-30 derajat C atau lebih.

4. Pemilihan bibit

Bibit tanaman buah berdasakan cara perbanyakannya dibedakan menjadi 2, yaitu generatif dan vegetatif.

a. Bibit Yang Berasal Dari Perbanyakan Generatif

Bibit yang berasal dari perbanyakan secara generatif biasanya terjadi dari hasil perkawinan antara benang sari dan putik yang berupa biji atau benih. Biji atau benih yang dihasilkan secara generatif dapat memberikan perpaduan sifat antara kedua induknya sehingga bisa saja sifat bijinya akan lebih baik dari induknya atau justru lebih buruk dari induknya.

b. Bibit Yang Berasal Dari Perbanyakan Vegetatif

Jika bibit secara generatif biasanya didapat dari hasil perkawinan antara benang sari dan putik, maka bibit secara vegetatif diperoleh dari pemotongan bagian suatu tanaman yang bukan merupakan alat kelamin tanaman. Biasanya, pemotongan dilakukan pada bagian-bagian tanaman seperti batang, akar, dan juga daun. Ada berbagai macam metode pemotongan tanaman untuk mendapatkan bibit secara vegetatif, yaitu cangkok, stek, okulasi, atau merunduk.

Setelah Anda mengetahui jenis-jenis bibit berdasarkan metode perbanyakannya, tentu kemudian ada pertanyaan berikut: untuk tabulampot, sebaiknya menggunakan bibit yang didapat secara generatif atau vegetatif? Nah, untuk budidaya tabulampot, sebaiknya Anda menggunakan bibit yang didapatkan dari hasil perbanyakan secara vegetatif. Mengapa demikian? Berikut beberapa alasannya:

– Untuk tabulampot, menggunakan bibit yang didapat secara vegetatif akan jauh lebih aman karena sifatnya yang sama persis dengan induknya. Jika induknya cepat berbuah, maka bibitnya pun nanti juga akan cepat berbuah.

– Proses pembuahan dan pembungaan tabulampot akan lebih cepat jika menggunakan bibit yang didapat secara vegetatif dibandingkan generatif. Perkembangan bibit yang didapat secara generatif akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memasuki fase reproduksi.

– Bibit yang didapatkan dengan cara vegetatif nantinya akan menghasilkan tanaman yang ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan bibit yang didapatkan secara generatif. Untuk budidaya tabulampot yang memang membutuhkan media lahan yang sempit, sifat tersebut justru sangat menguntungkan. Ukuran tanaman yang lebih kecil tentu akan sangat pas untuk dimasukkan ke dalam pot dan teknik perawatannya juga akan lebih mudah.

Namun, bukan berarti untuk menanam tabulampot, atau menanam tanaman di lahan sempit harus menggunakan bibit vegetatif, jika teman teman semua mau mencoba untuk perbanyakan dengan cara genaratif melalui biji, itu juga bisa dan taman inspirasi akan memberikan tips untuk mempercepat pertumbuhan tunasnya dengan cara hidroponik.

1. Siapkan biji alpukat yang akan ditanam, kemudian siapkan cup. Jika biji sudah dibersihkan maka anda dapat merendamnya ke dalam air untuk menumbuhkan tunasnya. Pada biji alpukat terdapat sisi yang ukurannya lebih sempit yang terletak pada satu ujung saja tepatnya pada tempat untuk bertumbuhkan daun dan sisi yang ukurannya lebih luas tersebutlah tempat tunas keluar dan tumbuh nantinya. Jadi ketika merendamnya dan meletakkan ke dalam wadah, anda harus meletakkan biji yang bersisi luas dibawah dan yang bersisi sempit diatas. Jika sudah dipastikan biji terendam hingga setengah bagiannya saja maka biarkanlah bagian atasnya tidak terendam. Agar tidak terendam air, maka tusuk biji alpukat di 2 atau 3 sisi bagian, sehingga bagian bawah yang terendam sekitar 2 atau 3 saja.

2. Menggunakan larutan bawang merah, caranya yaitu parut bawang merah 1 siung kemudian beri air dan rendam biji selama 1 hari 1 malam. Hal ini bertujuan sebagai perangsang akar, bawang merah ini merupakan zpt atau zat perangsang tumbuh. Mengapa menggunakan bawang merah? Karena umbi bawang merah mengandung Allicin, vitamin B1 (Thiamin) untuk pertumbuhan tunas, riboflavin untuk pertumbuhan tanaman, dan mengandung zpt auksin dan rhizokalin yang dapat merangsang pertumbuhan akar. Thiamin dengan Allicin akan membentuk ikatan allithiamin yang mudah diserap oleh sel tumbuhan dan membentuk efek fisiologis dalam pertumbuhan tunas dan daun. Auksin memacu protein tertentu yang dapat mengaktifkan enzim untuk menginisiasi pemanjangan sel tumbuhan. Auksin diproduksi di jaringan meristem batang dan akan disebarkan ke seburuh bagian tanaman mulai dari atas hingga titik tumbuh akar.

3. Setelah itu diganti dengan menggunakan air biasa sambil menunggu pertumbuhan tunas lebih tinggi, oleh karena itu menggunakan air biasa agar lebih aman serta menghindari pembususkan, kemudian ditunggu selama 8-10 hari

4. Setelah akar lebih banyak dan lebih panjang kemudian dipindahkan ke tempat yang memadahi, untuk proses pertumbuhan berikutnya, bisa menggunakan beberapa alternatif, bisa dibuat bonsai dengan menggunakan tali tujuannya agar tidak terbelah (tetap utuh) bijinya. Atau bisa dipindah tanmakan di pot, atau bisa dikembangka dengan metode hidroponik. Kali ini TIS akan mengembangkannya dengan hidroponik , maka harus dipacu degan nutrisi.

5. Jika sudah muncul 3/4 helai daun sudah bisa juga untuk diganti dengan metode hidroponik. Proses pembibitan kedua biji alpukat ini bersamaan akan tetapi pertumbuhan tunasnya tidak sama, karena beberapa faktor bisa dari indukannya yang berbeda, atau faktor lainnya. Untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhan ini, maka TIS menggunakan nutrisi hidroponik AB mix, untuk masing” ab mix ini setiap produk berbeda beda nah TIS menggunakan nutrisi A dan B yang kemudian dilarutkan ke dalam 1 liter air terlebih dahulu, baru diaplikasikan dengan campuran 1 liter air dengan 3 – 5 ml nutrisi A dan B. Untuk lebih lengkapnya, sobat TIS bisa saksikan video kami dibawah ini.

Perkembangan:

Setelah 1 minggu bisa teman2 lihat perkembangannya, untuk yang menggunakan air biasa daunnya sudah mulai hijau tapi pertumbuhan daun dan batangnya sedikit lebih lambat sedangkan untuk yang menggunakan nutrisi ab mix perkembangan batang dan daunnya sangat cepat. Dari sisi akarpun berbeda jauh, untuk akar pada bibit alpukat yang menggunakan nutrisi ab mix mempunyai akar yang sangat bagus, banyak percabangan dan tunas akar2 baru yang bermunculan, nah jenis tanaman yang mempunyai akra spt inilah yang bagus dijadikan bibit, sedangkan pd bibit alpukat yang menggunakan air biasa akarnya barunya hanya sedikit. Tinggi untuk alpukat dgn ab mix dari 15 cm mdj 29 cm sdgkan y tdk, dari 40 cm mdj 42 cm.

Nah sobat TIS, jadi demikianlah tips memperbanyak tanaman alpukat dengan cara generatif yaitu dengan cara menyemainya menggunakan biji agar cepat tumbuh dengan menggunakan zpt akar dengan menggunakan bawang merah, kemudian untuk menyeragamkan pertumbuhan tunasnya atau tnaaman baru, bisa menggunakan nutrisi ab mix yang saat ini sudah biasa digunakan oleh kawan kawan kita yang menyukai budidaya hidroponik.

Share This Post

Leave a Comment