Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Dapur

KOMPLIT !! Cara Membuat Pupuk Kompos dari Campuran Bahan Organik

Cara Membuat Pupuk Kompos PALING Mudah – Kita tahu bahwa pupuk merupakan salah satu unsur paling penting dalam bercocok tanam. Ada berbagai jenis pupuk, namun secara garis besar pupuk terbagi menjadi 2 jenis yakni pupuk organik dan anorganik. Untuk pupuk organik sendiri ada beberapa jenis, tapi yang paling lazim digunakan oleh para petani yaitu pupuk kandang dan atau kompos. Nah, pada kesempatan ini Taman Inspirasi SAFA akan memberikan sedikit tips membuat kompos yang bisa sobat praktekkan sendiri di rumah.

Kompos merupakan pupuk yang dihasilkan dari prosesĀ dekomposisi bahan-bahan organik. Penggunaan kompos sebagai pupuk memiliki dampak positif yang lebih permanen di dalam tanah dibandingkan dengan pupuk anorganik atau pupuk kimia. Unsur hara yang terdapat dalam kompos memiliki tingkat kestabilan yang lebih tinggi dibandingkan unsur hara yang ada dalam pupuk kimia. Selain itu, jutaan mikroorganisme pengurai yang ada dalam kompos akan membantu memperbaiki ekosistem mikrobiologi tanah, sehingga tanah memiliki keseimbangan biosfer dan menjadi lebih gembur.

Kompos cepat bekerja dalam tanah karena semua unsur organik yang terdapat didalamnya sudah terurai menjadi unsur hara dalam bentuk nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), serta mineral dan vitamin yang berguna bagi tanaman. Substansi dasar pembuatan kompos adalah menyelamatkan bahan-bahan limbah organik yang banyak terdapat di sekitar kita untuk diolah menjadi pupuk.

Membuat Pupuk Kompos Sendiri

Dalam pembuatan kompos kita tidak perlu terlalu memperhitungkan formula bahan agar mendapatkan pupuk Kombinasi yang tepat kandungan unsur haranya. Walaupun begitu penggunaan pupuk kompos sangat dianjurkan sebagai pupuk dasar pada awal pengolahan tanah dan penanaman. Dan karena kelebihan pupuk kompos sebagai salah satu pupuk organik yang sudah jadi tidak menimbulkan efek samping yang merusak bagi tanaman walaupun jumlahnya berlebihan di dalam tanah.

Pembuatan kompos sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan karena tidak membutuhkan banyak peralatan dan tidak membutuhkan biaya besar. Bahan utamanya adalah limbah organik yang banyak terdapat di sekitar kita. Limbah organik tersebut dapat berupa limbah ternak, limbah pertanian, limbah rumah tangga, ataupun limbah-limbah lainnya agar dapat dimanfaatkan di lahan pertanian.

Cara Membuat Pupuk Kompos Secara Sederhana

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Dapur

Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda lakukan sebelum mulai membuat pupuk kompos sendiri.

  1. Siapkan bahan-bahan limbah organik yang ada di sekitar kita.
  2. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah bahan hijauan yang berasal dari daun-daunan, termasuk kotoran ternak pemakan daun-daunan seperti domba, sapi, kerbau, dan lain-lain. Bahan-bahan ini banyak mengandung nitrogen atau N tinggi yang akan menggantikan urea dalam penerapan pupuk kimia.
  3. Bahan yang kedua adalah bahan coklat atau bahan yang biasanya menyediakan Unsur P dan K, seperti yang terdapat dalam limbah ikan, sampah dapur, atau dedak.
  4. Jika ada tambahkan arang sekam atau arang kayu. Tujuannya adalah memberikan suplai karbon sehingga unsur-unsur hara yang dihasilkan dalam proses pengomposan dapat diikat oleh unsur karbon ini.
  5. Untuk bahan yang berukuran besar atau panjang seperti jerami, batang bayam, pelepah pohon pisang, rumput, sebaiknya diawetkan dengan cara dicincang dengan ukuran 4 s/d 10 cm agar mudah terdekomposisi.

Penyimpanan Pupuk Kompos

Langkah-langkah & cara membuat pupuk kompos secara lengkap adalah sebagai berikut.

  1. Pertama kita siapkan lokasi atau lahan untuk pembuatan kompos.
  2. Buat cetakan dari kayu atau papan dengan ukuran disesuaikan dengan bahan-bahan yang tersedia.
  3. Susun bahan bahan kompos berdasarkan ketersediaan bahan baku pembuatan kompos.
  4. Sebaiknya bahan dengan ukuran besar terlebih dahulu disimpan paling bawah sebagai alas, seperti jerami, batang jagung, dan lain-lain.
  5. Selanjutnya diatas bahan tadi, disusun kotoran ternak, seperti kotoran sapi, kambing, ayam, sisa batang bayam, kangkung, pelepah pisang, sampah dapur, dan seterusnya.
  6. Tambahkan daun dari jenis legum seperti kacang-kacangan. Bahan-bahan tersebut berguna untuk mempercepat proses pembusukan.
  7. Proses penyusunan bahan kompos ini dapat dilakukan sampai ketinggian 1 meter atau tergantung dari banyaknya bahan yang telah kita siapkan.
  8. Setahap demi setahap bahan dicampur dan diratakan serta dipadatkan sambil tetap diperhatikan tingkat kelembabannya.
  9. Apabila kurang lembab, siramkan air yang telah dicampur dengan larutan EM4 atau efektif mikroorganisme. Larutan tersebut dapat membantu mempercepat proses pembusukan.
  10. Setelah dicampurkan dengan kelembaban yang cukup dan lengkap dengan penambahan larutan EM4, lalu timbun kembali seperti semula sampai ketinggian 1 M membentuk bedengan memanjang dengan lebar antara 2 sampai dengan 5 meter dan panjang bisa mencapai 50 meter.
  11. Keberhasilan dalam pembuatan kompos terletak pada bagaimana kita dapat mengendalikan suhu serta tingkat kelembaban dan oksigen supaya mikroba dapat memperoleh lingkungan atau media yang baik untuk berkembang biak.
  12. Syarat mikroba dapat berkembang biak yakni mendapat makanan cukup dari bahan organik, tingkat kelembaban antara 30 s/d 50% dan udara segar atau oksigen untuk bernafas.
  13. Tumpukan kompos kemudian ditutupi terpal plastik supaya jangan kena sinar matahari langsung atau kehujanan. Pada waktu menutup perhatikan supaya tetap ada jalan untuk sirkulasi udara.
  14. Pembalikan kompos dilakukan setelah 15 hari selama 3 kali dengan rentang waktu 15 hari juga. Pembalikan ini bertujuan mensuplai udara untuk perkembangbiakan mikroorganisme. Selain itu, pembalikan juga ditujukan untuk meratakan bahan-bahan organik yang bermacam-macam, menurunkan suhu saat dekomposisi, danĀ  proses penguraian sehingga kompos tidak rusak.
  15. Setelah 3 bulan, campuran berbagai bahan tadi akan menyatu. Kompos yang baik biasanya berwarna coklat kehitaman dan mengeluarkan aroma seperti bau tanah. Jika dipegang dan dikepal, maka kompos akan menggumpal. Kemudian saat ditekan dengan lunak maka gumpalan kompos akan hancur dengan mudah. Selanjutnya kompos siap untuk dipakai atau disimpan.
  16. Lama penyimpanan sebagai satu atau dua bulan. Dalam penyimpanan, jaga jangan sampai terkena sinar matahari dan air hujan secara langsung atau ditutup menggunakan plastik atau terpal.

Itu tadi tutorial lengkap tentang cara membuat pupuk kompos untuk lahan pertanian dengan skala menengah ke bawah. Untuk tips-tips praktis lainnya, sobat Taman Inspirasi SAFA dapat saksikan video tutorialnya di Channel YouTube TIS. Terima kasih & semoga bermanfaat. Wassalam.

Leave a Reply