5 Kiat Praktis Budidaya Ikan Cupang

Ikan cupang termasuk salah satu jenis ikan hias yang mudah untuk dipelihara dan dibudidayakan. Terlebih, budidaya ikan cupang tidak memerlukan modal yang besar serta tempat yang luas. Kita bisa memulai budidaya cupang hias ini sebagai usaha rumahan.

Ikan cupang sebenarnya adalah jenis ikan air tawar yang dapat berkembang biak dengan baik di perairan tropis, termasuk Indonesia. Habitat asli ikan ini adalah danau, rawa dan sungai dengan arus tenang. Biasanya, ikan cupang hidup dalam koloni atau secara berkelompok.

Ikan cupang memiliki beberapa kelebihan, diantaranya:

  • Daya tahan tubuh yang baik
  • Dapat hidup dalam lingkungan yang minim oksigen
  • Dapat dipelihara dalam wadah yang kecil/minimalis tanpa perlu menambahkan aerator

Beberapa kelebihan tersebut dimiliki oleh cupang karena ia mempunyai rongga labirin layaknya paru-paru manusia. Rongga labirin tersebut membuat cupang dapat bertahan hidup pada lingkungan dengan kondisi oksigen yang tipis/minimum.

Jenis Ikan Cupang

Jenis Cupang Hias

Secara umum, berdasarkan keterangan dari para pehobby ikan di Indonesia, ada dua jenis cupang yakni cupang hias dan cupang aduan. Cupang hias dipelihara untuk dapat dinikmati keindahan warna, bentuk serta geraknya. Sedangkan cupang aduan dibudidayakan untuk diadu/tarung. Namun perlu dicatat bahwa di beberapa negara, mengadu ikan cupang merupakan tindakan yang ilegal. Yang membedakan cupang hias dan cupang aduan adalah bentuk/warna serta tingkat agresifitasnya.

Berdasarkan catatan ilmiah, ada lebih dari 73 spesies ikan cupang di bumi. Meski demikian, tidak semua spesies tersebut populer dijadikan ikan peliharaan. Spesies cupang yang banyak di pasaran saat ini sebagian besar adalah dari jenis splendens complex yang terdiri atas Betta mahachai, Betta smaragdina, Betta stiktos, Betta imbellis dan Betta splendens. Apalagi seiring menjamurnya budidaya ikan cupang hias, banyak varian-varian baru dari persilangan jenis tersebut.

Pemilihan Indukan Cupang

Budidaya Ikan Cupang dalam Toples

Jika anda seorang pemula, maka alangkah baiknya membeli indukan cupang dari peternak atau pehobby ikan cupang yang sudah terpercaya dan terbukti memiliki bibit yang berkualitas. Bibit cupang yang baik berasal dari indukan yang unggul, sehat dan bebas penyakit atau cacat bawaan. Sebelum membeli bibit cupang, sebaiknya perhatikan pula lingkungan sekitar tempat budidaya cupang tersebut. Siapkan pula tempat terpisah untuk bibit cupang jantan dan betina.

Perbedaan Cupang Jantan & Betina:

  • Jantan: Ukuran tubuh cenderung lebih besar namun gerakannya tetap lincah. Bentuk sirip dan ekor lebar mengembang dengan warna yang cerah.
  • Betina: Ukuran tubuh lebih kecil dan gerakannya lamban. Ukuran sirip dan ekor lebih pendek serta memiliki warna yang lebih kusam.

Jika Anda berencana untuk budidaya ikan cupang dengan pembibitan sendiri, berikut ini hal yang harus Anda perhatikan sebelum melakukan pemijahan.

Cupang Jantan:

  1. Berumur minimal 4 s/d 8 bulan
  2. Memiliki ukuran tubuh yang panjang
  3. Sehat dan tidak berpenyakit, ditandai dengan gerakan yang agresif dan lincah
  4. Mempunyai warna yang atraktif/terang dan sirip yang panjang

Cupang Betina:

  1. Berumur minimal 3 s/d 4 bulan
  2. Memiliki ukuran tubuh membulat dengan perut agak buncit
  3. Sehat dan tidak berpenyakit, meski pola gerakan sedikit lebih lamban daripada cupang jantan
  4. Warna sedikit lebih kusam daripada cupang jantan namun tetap terlihat atraktif

Proses Pemijahan Ikan Cupang

Sukses Budidaya Ikan Cupang

Saat indukan jantan dan betina telah matang (memasuki usia siap kawin), ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum dan saat melakukan pemijahan.

  1. Sediakan media/tempat untuk pemijahan. Biasanya berupa akuarium kecil dengan ukuran 20 x 20 x 20 cm. Atau jika tidak ada, Anda bisa gunakan baskom plastik ukuran sedang.
  2. Siapkan gelas plastik untuk tempat ikan cupang betina. Sediakan juga tanaman air seperti apu-apu
  3. Dalam satu kali kawin, ikan cupang betina bisa bertelur hingga 1000 butir. Telur-telur itu biasanya akan menetas dalam waktu 24 jam setelah pembuahan.
  4. Berdasarkan pengalaman dari para pembudidaya, tingkat kematian dalam pembibitan cupang bisa dibilang cukup tinggi. Dalam satu kali kawin, biasanya hanya bisa menghasilkan 30 s/d 50 ikan cupang hidup (prosentase sekitar 0,03% -0,05 %).
  5. Indukan jantan dapat dikawinkan hingga 8 kali dengan jarak waktu (interval) 2 s/d 3 minggu untuk tiap-tiap masa kawin.
  6. Indukan betina sebaiknya dikawinkan satu kali saja. Sebab jika dipaksakan, maka pada perkawinan berikutnya akan terjadi penurunan variasi jenis kelamin dimana anakan akan didominasi oleh jenis kelamin betina. Padahal, cupang betina cenderung memiliki warna yang kurang menarik dan ukuran tubuh yang kurang proporsional.

Budidaya Ikan Cupang Omset Jutaan

Berikut ini tahapan lengkap dalam proses pemijahan dan pembibitan ikan cupang:

  1. Isi wadah/tempat pemijahan dengan air bersih setinggi kuran lebih 10 s/d 15 cm. Sebaiknya gunakan air tanah atau air sungai yang jernih. Endapkan air tersebut setidaknya satu malam.
  2. Hindari penggunaan air PDAM atau air yang berbau kaporit. Jika terpaksa, maka endapkan air tersebut setidaknya 3 hari.
  3. Setelah diendapkan, tambahkan kedalam wadah/tempat pemijahan tanaman air secukupnya seperti apu-apu sebagai media berlindung. Jangan terlalu banyak menempatkan tanaman air karena ia berpotensi mengambil oksigen terlarut sehingga dapat mengganggu proses pertumbuhan burayak cupang.
  4. Masukkan induk cupang jantan yang sudah siap kawin dan biarkan selama 1 hari di dalam wadah. Induk cupang jantan yang siap kawin biasanya akan membuat gelembung-gelembung udara yang nantinya berguna untuk menyimpan telur yang sudah dibuahi.
  5. Untuk memancing induk cupang jantan membuat gelembung, masukkan induk cupang betina namun tetap dalam wadah terpisah. Caranya, cupang betina dimasukkan kedalam gelas plastik/gelas kaca bening lalu benamkan dalam wadah/akuarium pemijahan.
  6. Setelah induk cupang jantan membuat gelembung, masukkan induk cupang betina. Waktu pemijahan biasanya terjadi pada pukul 7 s/d 10 pagi atau 4 s/d 6 sore. 5 Kiat Praktis Budidaya Ikan Cupang Taman Inspirasi SAFA
  7. Ikan cupang biasanya cukup sensitif saat kawin maka sebaiknya tutup wadah dengan kertas koran atau letakkan di tempat yang terhindar dari suara bising dan hilir mudik orang.
  8. Setelah terjadi pembuahan, segera angkat induk cupang betina karena nantinya yang akan bertanggung jawab menjaga dan membesarkan burayak adalah induk jantan. Dengan mulutnya, induk jantan akan memunguti telur yang sudah dibuahi tersebut dan meletakkannya pada gelembung-gelembung tadi. Jika induk betina tidak diangkat, maka telur-telur tersebut akan dimakan oleh si betina.
  9. Setelah kurang lebih 24 jam, telur-telur tersebut akan menetas menjadi burayak. Selama 3 hari kedepan, tidak perlu memberi makan burayak karena ia masih menyimpan nutrisi yang terbawa dalam telur. Induk cupang jantan juga akan berpuasa saat menjaga burayak.
  10. Setelah 3 hari terhitung sejak telur-telur menetas, berikan pakan berupa kutu air (daphnia atau moina). Hindari pemberian pakan yang berlebihan (lebih banyak dari jumlah burayak) karena ia akan mengotori air dan menyebabkan kematian yang tinggi pada burayak cupang.
  11. Setelah 2 minggu terhitung sejak telur menetas, angkat indukan jantan dan pindahkan burayak pada wadah yang lebih besar/luas. Berikan pakan berupa kutu air yang lebih besar atau bisa juga larva nyamuk.
  12. Saat memasuki usia 1,5 bulan, anakan cupang bisa dipilih dan dipilah berdasarkan jenis kelaminnya. Lalu, pisahkan anakan tersebut pada wadah pembesaran.

Budidaya Ikan Cupang Hias

Perawatan Ikan Cupang

Sebagaimana telah kami jelaskan sebelumnya bahwa ikan cupang relatif tahan banting dan bisa dipelihara dalam wadah/akuarium tanpa aerator. Ikan jenis ini cukup bisa survive di air dengan oksigen yang minim. Meski demikian, sebaiknya tetap jaga kualitas air dengan memberinya filter pembersih serta aerasi. Sehingga, ikan cupang bisa tumbuh dan berkembang sempurna serta tetap dalam kondisi yang sehat. Apalagi jika Anda bertujuan untuk merawat ikan kontes.

Sangat tidak disarankan untuk memelihara lebih dari 1 ikan cupang jantan dewasa dalam satu wadah/akuarium. Apalagi jika ukuran akuarium kecil dan tidak ada tempat perlindungan. Sifat dasar ikan cupang yang agresif akan membuatnya saling menyerang satu sama lain. Akibatnya, sirip-sirip ikan tidak mulus dan warnanya cenderung kurang baik. Parahnya, jika terus menerus saling serang, cupang akan mudah stress dan bisa berakibat pada kematian.

Khusus untuk cupang aduan, Anda bisa menempatkannya dalam wadah/toples kecil. Menurut beberapa pembudidaya, cupang akan lebih agresif jika disimpan ditempat yang gelap. Jangan letakkan wadah secara berdekatan karena cupang aduan akan terus dalam kondisi siap serang dan cenderung membenturkan dirinya ke dinding wadah/toples. Sebaiknya berikan sekat tidak tembus pandang diantara wadah/toples tersebut.

Pemberian Pakan Cupang

Pakan favorit yang biasa diberikan pada ikan cupang adalah kutu air , cacing sutera dan larva nyamuk. Pakan sebaiknya diberikan sesering mungkin, misalnya 3-4 kali sehari. Semakin sering frekuensinya semakin baik. Lebih baik sedikit-sedikit tapi sering dari pada sekaligus banyak. Hal ini untuk mengurangi resiko penumpukan sisa pakan yang bisa mengakibatkan berkembangnya penyakit.

Pakan favorit cupang adalah kutu air, larva nyamuk atau cacing sutra. Berikan pakan sesering mungkin, misalnya 3 s/d 4 kali sehari. Semakin sering frekuensinya maka semakin baik untuk mengurangi resiko penumpukan sisa pakan dalam wadah. Penumpukan pakan dalam akuarium akan menjadi tempat berkembangnya bibit penyakit. Anda bisa dapatkan kutu air di genangan selokan atau membelinya di toko akuarium terdekat.

Jangan lupa untuk mengganti air dalam wadah secara berkala. Sebab, jika ada penumpukan kotoran sisa pakan atau feses ikan pada dasar wadah maka itu akan menjadi sumber penyakit dan bahkan bisa berkibat pada kematian ikan cupang.

Nah, itu tadi beberapa tips budidaya ikan cupang yang bisa Anda lakukan di rumah. Jangan lupa share artikel ini jika bermanfaat dan semoga sukses. Wassalam.

Leave a Reply